Temukan SIM Palsu, Polres Boyolali Curigai Ulah Sindikat

image
Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuna Ahadiyah menunjukkan perbandingan SIM yang palsu (kiri) dan asli (kanan).

BOYOLALI – Petugas Satlantas Polres Boyolali menemukan SIM C palsu dalam operasi zebra 2015, Rabu (4/11). Pemilik SIM itu pun langsung ditilang. Kasus ini juga dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Boyolali untuk penyelidikan lebih lanjut.  

Kasatlantas AKP Yuna Ahadiyah mengatakan, SIM palsu tersebut didapatkan dalam operasi yang dilaksanakan di Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota. Dua tahun yang lalu, kasus serupa juga pernah ditemukan di Boyolali.

Kasus ini pun segera dilimpahkan ke Satuan Reskrim untuk diselidiki lebih lanjut. Sebab kuat dugaan, pembuat SIM palsu ini sudah merupakan sindikat.

Yuna mengatakan, SIM C palsu itu atas nama Sri Wahyuni, warga Ngargorejo, Ngargosari, Kecamatan Ampel, Boyolali. Menurutnya, foto dalam SIM tersebut dengan yang memegangnya sama. Namun dia belum bisa memastikan tentang keaslian alamatnya. Pasalnya, saat itu Sri Wahyuni saat dimintai KTP-nya, mengaku tidak membawa. 

Sekilas, SIM palsu itu tampak sama dengan yang asli. Tetapi setelah dilihat seksama, apalagi yang melihat petugas kepolisian maka akan dapat dengan cepat memastikan itu SIM palsu. Yuna membandingkan SIM palsu dengan yang asli. SIM palsu itu dikeluarkan pada 24 Agustus 2014 dengan cap dan ditandatangani Kapolres Boyolali, AKBP Drs Imam Hernowo SH. Padahal, di bulan yang sama, Kapolres Boyolali dijabat oleh AKBP Budi Sartono hingga saat ini. Di Polres Boyolali juga belum pernah ada Kapolres dengan nama Imam Hernowo. 

“Ciri bahwa SIM itu palsu lainnya yang mencolok yakni tidak ada hologramnya,” jelas Yuna. Lambang Satlantas-nya juga lebih kecil dari aslinya. 

Menurut Yuna, dari pemeriksaan STNK motor yang dibawa Sri Wahyuni asli. Saat dimintai keterangan, Sri Wahyuni mengaku SIM yang asli tertinggal di rumah. Sedangkan SIM palsu tersebut didapat dari kakaknya yang ada di Solo. 

Sementara itu hasil operasi zebra 2015 selama 14 hari, petugas berhasil menjaring 3.033 pengendara kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.429 dikenakan sanksi tilang, terdiri 1.135 pengendara motor dan 294 pengemudi mobil. Sedangkan sanksi teguran tertulis sebanyak 784 orang dan 820 orang mendapat teguran lisan. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

31 − = 24

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.