Home > JATENG RAYA > Tekan Risiko Bencana, BPBD Gelar Sekolah Gunung

Tekan Risiko Bencana, BPBD Gelar Sekolah Gunung

Sekolah gunung yang diadakan BPBD Kabupaten Magelang untuk menekan resiko bencana dengan menjadikan masyarakat yang tangguh bencana, Kamis (12/10). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menggelar sekolah gunung bagi masyarakat untuk menekan risiko bencana. Mendatangkan pemateri yang berkompeten, kegiatan ini ditujukan agar masyarakat menjadi tangguh dalam menghadapi bencana apapun.

“Agar mereka menjadi masyarakat tangguh sehingga mampu menekan resiko bencana,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, di sela sekolah gunung yang berlangsung di RM Progosari Kabupaten Magelang, Kamis (12/10).

Disebutkan oleh Edi, Kabupaten Magelang yang di kelilingi banyak gunung, seperti Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh maupun Sumbing, sering terjadi bencana tanah longsor. Tercatat sepanjang tahun 2017 ini sudah sebanyak 256 kejadian tanah longsor.

Selain tanah longsor, juga bencana erupsi gunung Merapi. “Ini juga bencana yang besar, meskipun fluktuatif,” terangnya.

Dalam sekolah gunung ini, peserta terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan juga relawan. Mereka diberi pemahaman tentang konservasi, baik konservasi gunung ataupun sungai. Diharapkan, mereka akan mampu mengenali, mengelola dan mengurangi resiko bencana.

Yang menggembirakan, imbuh Edi, masyarakat Magelang saat ini sudah mulai meningkat kesadarannya dalam menghadapi bencana. Terbukti dengan banyaknya komunitas yang mampu mengurangi resiko bencana. Bahkan masyarakat yang tinggal di lereng gunung Merapi, justru meminta kepada BPBD untuk memberikan pemahaman bagaimana mengelola bencana.

“Bencana bisa saja terus terjadi. Namun risiko bisa di tekan. Seperti korban jiwa dan juga harta. Sebab masyarakat sudah semakin tangguh,” kata Edi.

Di Wilayah Kabupaten Magelang sendiri tercatat terdapat 30 Komunitas relawan.Untuk acara puncaknya, akan diadakan penanaman 1000 pohon, oleh seribu relawan di bukit Menoreh pada tanggal 11 November, yang bertujuan untuk mengurangi risiko tanah longsor.

Para pemateri dalam sekolah gunung, antara lain Helmy Purwanto, staf pengajar UPN Veteran Jogjakarta, Iwuk Lestari dari BPDASHL Serayu Opak Progo, dan Heny Murdiningrum, kasi KSDA dan Kehati. Puncak acara dari kegiatan ini adalah penanaman ribuan pohon di lereng gunung Menoreh pada 11 November mendatang. (MJ-24)

 

 

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar