Home > JATENG RAYA > Tekan Peredaran Narkoba, Lima Penjara di Indonesia Terapkan Maximum Security

Tekan Peredaran Narkoba, Lima Penjara di Indonesia Terapkan Maximum Security

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Ma’mun. (foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bakal menerapkan sistem pengamanan ekstra ketat (maximum security) di lima lembaga pemasyarakatan (lapas) demi menanggulangi peredaran narkotika antar narapidana.

Ma’mun, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham mengatakan, pengetatan pengawasan bakal diterapkan bagi para narapidana kelas berat untuk kasus penyalahgunaan narkoba dan terorisme.

“Untuk bandar trouble maker dan narapidana teroris yang tidak bisa dihilangkan akar ideologisnya, maka akan diberlakukan maximum security mulai tahun ini,” kata Ma’mun kepada wartawan di kantor Kemenkumham Jateng Jalan Dr Cipto, Semarang, Selasa (15/8). Ia memastikan kelima lapas kini sudah ditunjuk untuk menerapkan maximum security.

Kelima lapas yang dimaksud antara lain Lapas Narkotika Kelas I A Batu Nusakambangan Cilacap, Lapas Teroris Pasir Putih Nusakambangan, Lapas Gunung Sindur Cibinong Bogor, Lapas Kelas III Kasongan Kabupaten Katingan Kalsel dan Lapas Langkat Sumatera Utara.

“Di lapas-lapas tersebut, kami akan menempatkan tiap tahanan dengan sistem one sel one man, artinya satu narapidana menempati satu ruang tahanan. Mereka bakal diawasi oleh kami (Kemenkumham) dibantu aparat BNN dan kepolisian,” bebernya. Penerapan maximum security dimaksudkan untuk menyikapi minimnya jumlah sumber daya manusia yang ada di Kemenkumham.

“Dengan begitu peredaran narkoba dapat dikendalikan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga mengimbau kepada petugasnya untuk mentaati aturan yang berlaku. Jika kedapatan terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, ia mengancam bakal mencopot jabatan yang bersangkutan.

“Jika ada petugas yang terlibat langsung kita copot. Sebab, selama ini kebanyakan kasus narkoba melibatkan narapidana dengan bantuan petugas lapas. Ini yang harus kita cegah,” bebernya.

Ia menyatakan saat ini sudah ada 232 petugas yang sedang diproses hukum lantaran terlibat kejahatan di dalam lapas. Temuan tersebut ia dapatkan tiap tiga bulan sekali dari hasil laporan setiap kantor lapas.

Dari jumlah petugas sebanyak itu, katanya terdapat 23 petugas yang dipecat. “Sudah ada 23 yang dipecat termasuk Kepala UPT Nusakambangan yang dicopot langsung oleh Menkumham Yassona Laoly,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I A Batu Nusakambangan, Sujonggo juga sedang mempertimbangkan penerapan maximum security pada lapasnya.

Untuk saat ini, pihaknya tengah memetakan jumlah narapidana kelas berat yang ada saat ini. “Untuk konsep ruang tahanannya sedang kita Sedang dipersiapkan dengan matang,” kata Sujonggo. (far)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar