Beranda JATENG RAYA METRO PANTURA Tekan Kebocoran, Pemkab Kendal Luncurkan E-Retibusi

Tekan Kebocoran, Pemkab Kendal Luncurkan E-Retibusi

41
0
e retribusi kendal
Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan pembayaran retribusi elektronik Rabu (14/03) siang di Pasar Kendal. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Mengantisipasi kebocoran penerimaan retribusi, Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan pelayanan pembayaran retribusi pasar melalui transaksi non tunai. Pembayaran retribusi berbasis elektronik ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dari sektor pajak retribusi.

Peluncuran retribusi pasar berbasis elektronik dilakukan oleh Bupati Kendal Mirna Annisa di pintu masuk Pasar Kota Kendal, Rabu (14/3) siang. Peluncuran sistem ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah sekaligus memudahkan pedagang dalam membayar retribusi.

“Retribusi elektronik ini  mengantisipasi kebocoran penerimaan, karena uangnya langsung masuk ke sistem, tidak dibayarkan ke orang per orang,” kata Bupati Kendal Mirna Annisa. Ia optimistis pendapatan asli daerah dari retribusi pasar bakal meningkat.

Targetnya, semua pasar tradisional di Kendal, terutama yang berskala menengah, akan terlayani sistem ini secara bertahap. “Program ini juga untuk menyukseskan program pemerintah pusat yang menggalakkan gerakan nontunai. Sistem ini membuat pedagang lebih mudah mengakses perbankan. Lewat e-retribusi pedagang tinggal menggesekkan kartunya ke perangkat electronic data capture (EDC) yang disediakan bank,” imbuhnya.

Sementara itu pembayaran retribusi non tunai ini bagi pedagang memudahkan untuk membayar kewajibannya. “Nantinya pedagang tidak perlu menyiapkan uang tunai tinggal mengisi kartu dan tinggal menggesekan ke mesin yang dibawa petugas penarik retribusi,” kata  Anwar, pedagang pasar Kendal.

Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Syukron Samsul Hadi, mengatakan, jumlah pasar tradisional di Kabupaten Kendal sebanyak 13 pasar. Dari 13 pasar tersebut, baru Pasar Kendal yang menerapkan e-retribusi. Program itu bisa memudahkan pedagang untuk membayar retribusi. Selain itu mempermudah pendapatan pemerintah daerah. ‘’Saat ini baru Pasar Kendal. Ini juga sebagai percontohan. Pasar yang lain segera menyusul,’’ tutur dia.

Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Rucahyo Yudhiarso, mengatakan, pihaknya sudah mencetak 1.600 kartu e-retribusi dan sudah diserahkan ke Dinas Perdagangan Kendal. Cara penggunaan, pedagang melakukan isi ulang di Bank Jateng. Kemudian petugas mendatangi pedagang pasar untuk melakukan pembayaran. ‘’Petugas membawa mesin mPos yang digunakan untuk pembayarannya. Setelah melakukan transaksi, pedagang akan mendapatkan struk pembayaran sebagai bukti yang sah,’’ jelasnya. (MJ-01)