Tekan Harga Pangan, TPID Gelar Operasi Pasar di Enam Kota

SEMARANG –  Memasuki Ramadan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah berupaya menekan harga pangan di pasaran. Caranya dengan menggelar operasi pasar dan gerakan stabilisasi harga di sejumlah kota/kabupaten.

Pelepasan truk pengangkut komoditas operasi pasar Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (16/5). Foto: anggun puspita

Upaya tersebut ditandai dengan pelepasan 20 truk berisi komoditas operasi pasar dan gerakan stabilisasi harga pangan di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (16/5).

Pelepasan dilakukan oleh Plt Gubemur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko didampingi Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo, Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono dan Kepala Bulog Divre Jawa Tengah Djoni Nur Ashari.

Operasi pasar tersebut didistribusikan menggunakan mobil operasional Bulog ke titik-titik yang sudah ditentukan di enam kabupaten/kota seperti Semarang, Surakarta, Banyumas, Pekalongan, Pati dan Kedu. Selain itu, Bulog juga melakukan sinergi dengan BUMN lainnya seperti PT RNI dan PT PPI dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, operasi pasar ini sebagai upaya untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan yang secara histroris selalu terjadi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri

“Biasanya kalau Ramadan daya beli masyarakat akan naik, yang beli beras dan gula semakin banyak. Sehingga, kita harus memastikan pasokan lancar dan stok tersedia,” katanya.

Maka agar masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan bahan pokok, lanjut dia, pemerintah harus menjamin stoknya. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat maupun pedagang jangan menggunakan momentum ramadan untuk melakukan penimbunan bahan pokok.

TPID Jawa Tengah bersama Satgas Pangan Polda Jawa Tengah akan terjun langsung ke pasar-pasar dan gudang distributor untuk memantau kecukupan pasokan dan mengawal kestabilan harga pangan strategis.

Sementara itu, operasi pasar dan gerakan stabilisasi harga pangan dimulai dari 16 Mei 2018 hingga 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang. Adapun, komoditi yang akan dijual terdiri dari beras, gula pasir dan minyak goreng bahkan, di beberapa wilayah tertentu, juga menjual daging beku dan bawang merah. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

55 − 45 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.