Home > HEADLINE > Tega, Panti Asuhan Ini Suruh Balita Bersihkan Toilet Tanpa Diberi Makan

Tega, Panti Asuhan Ini Suruh Balita Bersihkan Toilet Tanpa Diberi Makan

ilustrasi

DEMAK – Selain di Pekanbaru, perlakuan panti asuhan yang tidak manusiawi juga terjadi di Kabupaten Demak. Dua balita harus mengalami gizi buruk lantaran diduga ditelantarkan oleh pengurus panti asuhan.

Selain dua balita, juga terdapat dua anak yang ditelantarkan. Keempatnya sempat dilarikan le RSUD Sunan Kalijaga. Namun, dua anak sudah diperbolehkan pulang dan dipindahkan ke panti asuhan yang lain.

Hal itu terungkap saat ada laporan dari warga berkait dugaan penelantaran penghuni panti asuhan yang berada di Desa Karangmlati. kecamatan Demak Kota. Kemudian ditindaklanjuti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Demak untuk investigasi.

Menurut Taslim dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan  (TKSK) Demak, informasi yang dia terima terdapat dua balita dan dua anak yang diduga ditelantarkan pihak panti. Selain tidak diberikan makan minum yang sepantasnya, keempatnya diharuskan bekerja membersihkan dan mengurus rumah. Bahkan salah seorang balita diperintahkan untuk membersihkan toilet panti tersebut.

“Kami berpura-pura menjadi tukang bangunan untuk mengetahui kondisi di dalamnya. Akhirnya temuan ini kami laporkan ke Dinsos Demak,” jelas Taslim, Rabu (1/2/2017)
Kepala Dinsos Demak Lestari Handayani menyampaikan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi sesaat setelah menerima laporan. Pihaknya bersama Polsek Demam Kota mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga.
“Begitu ada laporan kami langsung bertindak dengan mengambil anak-anak itu dari panti tersebut agar secepatnya mendapatkan perawatan,” ujar 

Keempat anak ini masing-masing adalah AM (19 bulan), I (3 tahun), dan dua lainnya berumur tujuh dan sembilan tahun sudah di pindah ke panti asuhan lainnya. AM sebelumnya sempat dirawat di ruang isolasi karena kondisinya yang sangat lemah. Untuk memulihkan kondisi bocah tersebut, phak rumah sakit memberi terapi dengan cara memberi asupan berupa susu.

Menurut Lestari, Panti tersebut sudah selesai ijinnya sejak tahun 2012 lalu, sehingga sudah tidak berhak menerima anak lagi. Namun pada kenyataannya, di tempat tersebut masih terdapat empat anak yang mengalami gizi buruk. Selanjutnya Dinsos akan melakukan penelusuran terhadap identitas keempat anak tersebut.

Sementara itu Suhadi anggota DPRD Demak dari fraksi PKS mewanti-wanti kepada warga masyarakat, agar jangan sembarangan saat menitipkan anak ke panti.

“Jika nantinya tidak ada yang mengangkat atau mengadopsi mereka, maka akan saya masukkan ke yayasan kami,” pungkasnya. (MJ-23)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar