Tebing Longsor Timpa Ruang Kelas SD di Sukorejo

longsor sukorejo kendal
Dua ruang kelas SDN 2 Bringinsari Kecamatan Sukorejo rusak akibat tertimpa material longsor tebing yang ada di belakang sekolah. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Tebing yang berada di belakang bangunan SD Negeri 2 Bringinsari Kecamatan Sukorejo, Kendal, longsor, Rabu (7/3) petang. Material longsor menimpa dua ruang kelas sekolah dasar tersebut. Akibatnya dinding dua ruang kelas jebol, sehingga lumpur masuk ke dalam kelas. Aktivitas belajarpun terganggu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tapi akibat bencana tersebut kegiatan belajar mengajar untuk Kamis (8/3) terpaksa diliburkan. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi longsor susulan. Peniadaan kegiatan belajar mengajar dimanfaatkan untuk kerja bakti membersihkan material longsoran.

Dua ruangan yang rusak parah adalah ruang kelas V dan VI. Talud setinggi empat meter di belakang ruang kelas tersebut ambrol lantaran tak diberi celah saluran air.

Kepala SD 2 Bringinsari 2, Sudarto mengatakan peristiwa itu terjadi saat hujan lebat selama lebih kurang dua jam. Saat itu semua siswa sudah pulang. Kecuali para siswa Kelas VI yang tengah belajar pada jam tambahan untuk persiapan ujian nasional (UN).

“Tidak ada yang tahu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan kaca pecah. Setelah dilihat oleh salah seorang guru ternyata kondisi dua bangunan itu sudah roboh. Para siswa yang tengah les itu langsung disuruh keluar ruangan, karena khawatir terjadi longsor susulan. Dinding ruang kelas jebol. Sedangkan satu ruangan lain jebol sebagian, kaca jendelanya pecah,” katanya.

Ketua Gugus Sultan Agung, Untung Joko Harsono mengatakan, selain karena tak ada pipa buangan air di sela talud, konstruksi talud juga dibangun tegak lurus. “Itu menyebabkan jika hujan air tertampung dan tanah jadi labil. Kalau dibangun miring dan ada pipa buangan air, pastinya tidak akan terjadi longsor sepert ini. Karena sebelum-sebelumnya tidak ada longsor. Baru setelah talud bangunan ini dibangun terjadi longsor,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal sudah meninjau lokasi. Ia langsung memerintahkan agar ruang kelas yang rusak diperbaiki. “Besok (hari ini, Red) langsung akan diperbaiki. Jadi tidak menunggu anggaran perubahan, akan terlalu lama,” timpalnya.

Dikatakannya, jika anggaran perbaikan itu didapat dari sumbangan dan dana gotong royong. Sehingga tidak menunggu anggaran perbaikan dari DAK. “Kalau menunggu DAK, baru bisa diperbaiki di angaran perubahan,” tandasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

34 − 30 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.