Home > JATENG RAYA > METRO KEDU > Tebing Longsor di Magelang, Dinas PU Diminta Evaluasi Penyedia Jasa

Tebing Longsor di Magelang, Dinas PU Diminta Evaluasi Penyedia Jasa

image

MUNGKID– Kasus tertimbunnya tiga pekerja di proyek pembangunan jembatan di Glagah Desa Banjarnegoro Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jumat (12/9) siang, menyisakan persoalan bagi pelaksana. PT Permata Alam Sakti selaku penyedia jasa dianggap lalai karena tak membekali pekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Anggota DPRD Kabupaten Magelang, Hibatun Wafiroh menilai ada unsur kelalaian dalam kasus ini. “Tebing itu sejak sebelum dibangun sudah sering longsor. Jadi itu tidak diperhatikan,” katanya.

Seharusnya, Tebih yang di atasnya terdapat bangunan sekolah itu dibikin senderan terlebih dahulu. “Sebelumnya tebing itu memang kerap longsor,” ungkapnya.

Selain itu, dia melihat banyak pekerja tak dibekali perlengkapan sesuai SOP. Tidak ada helm pengaman juga pakaian standar. “Itu yang dilupakan. Keselamatan pekerja diabaikan,” katanya.

Hibatun berharap dinas pekerjaan umum energi dan sumberdaya mineral (DPU ESDM) melakukan evaluasi. Sementara itu, pelaksana proyek masih enggan memberikan keterangan terkait kasus ini.

Sebelumnya diberitakan tiga pekerja di jembatan senilai Rp 2,6 miliar itu tertimbun longsor tebing 10 meter. Beruntung ketiganya selamat meski sempat terkubur. (MJ-14)

Ini Menarik!

Petugas Keamanan Karaoke Tewas Ditikam Pengunjung

Share this on WhatsApp      MAGELANG – Joko Wahartono (57), seorang petugas keamanan karaoke …

Silakan Berkomentar