Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS Tarif Bawah-Atas Jasa Pengiriman Tidak Lagi Berlaku

Tarif Bawah-Atas Jasa Pengiriman Tidak Lagi Berlaku

7
0
BERBAGI
Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno. (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

SEMARANG – Kebijakan tarif bawah dan atas dalam bisnis jasa pengiriman tidak akan berlaku lagi. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah menargetkan dapat menetapkan tarif acuan jasa pengiriman pada 2018 ini.

Upaya itu dilakukan seiring terjadinya perang tarif antar perusahaan jasa pengiriman belakangan ini. Contohnya, ada perusahaan jasa pengiriman dari Semarang ke Jakarta yang menawarkan tarif Rp 80 ribu per kilogram tapi diikuti pelayanan yang baik. Tapi ada yang cuma pasang separuhnya, konsumen tidak tahu kalau pengirimannya lebih lama karena menunggu muatannya penuh,

“Kami segera memberlakukan kebijakan tarif acuan jasa pengiriman pada tahun ini. Sehingga, antar para pelaku bisnis jasa pengiriman tidak sembarangan melakukan banting harga untuk meraih simpatik konsumen,” kata Ketua Asperindo Jateng, Tony Winarno saat ditemui, Selasa (9/1).

Menurut dia, sekarang banyak sekali pelaku usaha yang melakoni bisnis jasa pengiriman karena memandang industri tersebut sangat seksi seiring dengan melonjaknya bisnis online atau e-commerce. Kendati demikian, malah membuat persaingan yang tidak sehat karena harga yang ditawarkan tidak wajar.

Sehingga tarif acuan akan diberlakukan kepada para anggota Asperindo. “Kami menghimbau agar mereka mematok tarif pengiriman sesuai layanan. Sehingga jika itu berlaku harapannya tidak terjadi perang tarif,” tutur Tony.

Disamping itu, lanjut dia, dengan upaya itu setiap perusahaan jasa pengiriman bisa lebih untung dan dapat meningkatkan kesejahteraan karyawannya. (ang)