Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Target Pemasukan Retribusi di Kendal Kurang Rp 28 Miliar

Target Pemasukan Retribusi di Kendal Kurang Rp 28 Miliar


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Parkir menjadi salah satu penyumbang retribusi potensial jika dikelola secara maksimal. Foto Metrojateng/dok
Parkir menjadi salah satu penyumbang retribusi potensial jika dikelola secara maksimal. Foto Metrojateng/dok

KENDAL – Pendapatan retribusi di Kabupaten Kendal tahun 2014 ini masih jauh dari target yang ditetapkan. Hingga Agustus, baru tercapai 38,2 persen dari target Rp 45,3 miliar. Minimnya pendapatan retribusi ini memaksa Dinas Pendapatan Pegelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) menggenjot kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih giat dalam memungut restribusi.

Kepala DPPKAD Kabupaten Kendal Tavip Purnomo  mengatakan restribusi rendah karena kurangnya intensifikasi pemungutan restribusi. “Sebenarnya kuncinya hanya satu yaitu melakukan intensifikasi, karena dengan bekerja secara intensif maka pungutan yang sudah merupakan rutinitas ini akan bisa dilaksanakan dengan baik,”ujar Tavip Purnomo.

Menurut Tavip restribusi yang paling jelas bisa dijangkau dan dilihat dengan jelas adalah parkir, rumah sakit, pasar, dan pariwisata yang bisa selalu ditingkatkan. Keempat komponen tersebut jika dikerjakan secara sungguh sungguh akan meningkatkan pendapatan apalagi peluangnya sangat besar dan banyak.

Salah satu contoh restribusi parkir, sangat luas dan bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah asal dikelola dengan baik. “Kalau dinas tidak bisa mengelola sendiri bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk parkir namun dengan perjanjian yang jelas sehingga masing masing pihak bisa mentaati,”lanjut Tavip.

Restribusi pasar dan pariwisata juga demikian, keduanya  bisa dikembangkan dengan maksimal. Pariwisata dengan melakukan berbagai pengembangan obyekl wisata atau hiburan sehingga bisa mendatangkan pengunjung dan secara tidak langsung bisa meningkatkan pendapatan dari sisi restribusi.

Demikian juga dengan restribusi pasar, saat ini pedagang pasar bertambah banyak selain di pasar tradisional, saat ini banyak para pedagang di malam hari yang menjajakan hasil jualannya di beberapa tempat dan ini bisa dilakuka pungutan restribusi. Untuk rumah sakit sifatnya hanya menunggu pasien yang memanfaatkan pelayanan pengobatan.

Tavip juga menjelaskan pihaknya selalu melakukan koodinasi dan juga pembinaan terkait restribusi agar target bisa tercapai. “Setiap minggu kami lakukan pertemuan dan koordinasi terkait pencapaian angka hasil restribusi, karena ini akan mempengaruhi hasil dari PAD,” jelasnya.

Target hasil restribusi tahun 2014 adalah Rp 45,3 miliar baru tercapai Rp 17,3 miliar. Target hasil restribusi daerah ini hampir sama dengan target hasil pajak daerah sebesar Rp 47,8 miliar, akan tetapi pencapaiannya masih lebih tinggi, yakni Rp 34,4 miliar per Agustus 2014. (MJ-01)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar