Home > JATENG RAYA > Tapak Kaki Raksasa Muncul Setelah Pohon Maja Ditebang

Tapak Kaki Raksasa Muncul Setelah Pohon Maja Ditebang

Bekas telapak kaki berukuran raksasa yang ditemukan di Dusun Barepan Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Warga Dusun Barepan Rt 01/Rw 05 Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, digegerkan oleh jejak telapak kaki berukuran raksasa di tanah pekarangan rumah milik Surawan. Warga meyakini, jejak itu adalah bekas telapak kaki mahluk halus.

“Saya mengetahui adanya bekas telapak kaki berukuran raksasa ini tadi malam, sekitar pukul 24.00. Saya pulang dari badminton,” kata Surawan yang bekerja di bagian loket Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, ditemui di rumahnya, Kamis (28/9).

Ukuran bekas telapak kaki itu dua kali lipat dibanding telapak kaki orang normal. Mencapai panjang sekitar 30 cm dengan lebar 13 cm. Kedalamannya sekitar 4 cm. Para tetangga berduyun-duyun ke rumah Surawan untuk melihat dari dekat telapak kaki berukuran raksasa itu.

Ada dua bekas telapak kaki, kanan dan kiri. Yang membekas di tanah merupakan bekas telapak kaki kiri. Sedangkan yang di lantai dekat tanah, adalah kaki kanan namun tidak begitu jelas. Jarak antara bekas tapak kaki kanan dan kiri, sekitar 2,3 meter.

Khawatir rusak, Surawan menutup bekas telapak kaki tersebut dengan ember.

Pada saat malam Surawan mengetahui bekas kaki itu, ia kaget. Sebab, beberapa pot tanaman di depn rumahnya berserakan. “Saya pikir ada orang yang tidak suka dengan saya, kemudian berbuat ulah. Pot-pot yang berserakan saya tata lagi. Tapi saya terkejut saat melihat ada bekas telapak kaki berukuran besar dan di luar kenormalan,” kata Surawan.

Ia kemudian membangunkan istrinya. Istrinya mengatakan tidak mendengar ada kegaduhan di depan rumah. Setelah mengetahui ada bekas telapak kaki itu, ia kemudian menyalakan seluruh lampu di rumah. Warga pun mulai berdatangan. Baik Surawan maupun warga sekitar, meyakini kalau itu adalah tapak kaki makhluk halus.

Sebab sebelum ada kejadian itu, pohon maja yang terletak di seberang jalan depan rumahnya ditebang oleh salah satu penduduk. Padahal sudah ada yang mengingatkan agar pohon itu jangan ditebang. Penebangan pohon dilakukan pada Minggu (24/9) lalu saat penduduk bekerjasa bakti membersihkan kampung.

Pohon itu ditebang dengan alasan karena sudah berumur tua dan terlalu rimbun. Juga dimaksudkan agar jalanan lebih terang, untuk menghindari kecelakaan. Sebab di tempat itu sering ada kecelakaan. Beberapa penduduk mengaku melihat ada mahluk halus yang melintas di sekitar daerah itu. “Termasuk anak sulung saya, juga pernah melihat mahluk haus di sana,” kata Surawan.

Pekarangan rumah itu milik pak Surawan beradapersis di depan pondok meditasi Bante Win. Hingga kini, Surawan belum tahu tindakan apa yang akan dia lakukan. “Saya masih menungu Pak Zainal, orang yang memotong pohon itu. Karena beliau yang tahu kalau pohon itu ada penunggunya,” kata Surawan. (MJ-24)

 

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar