Home JATENG RAYA Tangis Sang Istri Iringi Proses Rekontruksi Pembunuhan Deni

Tangis Sang Istri Iringi Proses Rekontruksi Pembunuhan Deni

16
0
SHARE
Istri mendiang Deni Setiawan saat rekonstruksi kejadian pembunuhan. (foto: metrojateng.com/Efendi)
SEMARANG – Isak tangis keluarga korban pembunuhan seorang driver taksi online, Deni Setiawan (32) mengiringi proses reka ulang adegan kasus pembunuhan tersebut. Istri Deni, Nur Aini tak kuasa menahan air matanya tatkala menyaksikan dua orang tersangka, IBR (16) dan DIR (15) memeragakan adegan demi adengan yang akhirnya menewaskan suaminya itu.
Nur Aini duduk di sudut dekat lokasi proses rekontruksi. Ia didampingi beberapa orang dari kepolisian, terus menyucurkan air matanya mengiringi proses jalannya rekontruksi. Bahkan ia sempat pingsan hingga dibawa ke salah satu rumah warga di Perumahan Bukit Cendana, Sambiroto, Tembalang.
Saat menghadiri proses rekontruksi, Nur Aini datang bersama dengan anak hasil perkawinannya dengan Deni. Anak sematawayangnya itu masih berusia tiga bulan. Mereka datang dengan menggunakan mobil, seorang wanita menemani Nur Aini.
Di tempat terpisah, tepatnya di lokasi penemuan mobil milik Deni di Jalan Hos Cokroaminoto kerabat korban juga turut menghadiri proses rekontruksi. Tangisan serta hujatan kepada tersangka pecah saat IBR dan DIR datang dilokasi tersebut. Mereka bahkan meminta kepada petugas untuk membuka penutup kepala yang menutupi muka IBR dan DIR.
Beruntung, proses rekontruksi di Jalan Hos Cokroaminoto tak berlangsung lama. Di tempat tersebut tersangka hanya memeragakan beberapa adegan saja dari memarkirkan mobil hingga meninggalnya di tempat tersebut. Sehingga, IBR dan DIR terhindar dari amarah kerabat korban yang saat itu juga sempat melemparkan barang kepada tersangka.
Sementara itu, dalam proses rekontruksi kedua tersangka memeragakan sebanyak 28 adegan. Adegan tersebut dimulai dari mereka memesan jasa layanan taksi online di depan rumah IBR, Jalan Lemah Gempal, Kelurahan Barusari, Semarang Selatan.
“Ini untuk melengkapi proses penyidikan supaya jelas bagaimana tindak pidana ini terjadi. Proses rekontruksi ada 28 adegan akan sampai 3 TKP,” pungkas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifrianto, Jumat (26/1). (fen)
iklan dprd