Home > JATENG RAYA > METRO PANTURA > Tanam Bawang Merah di Brebes Mundur

Tanam Bawang Merah di Brebes Mundur

 

Petani bawang merah di Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal sedang menyirami bawang merah. Dalam waktu dua minggu mereka akan melakukan panen. Foto : Metrojateng.com
Petani bawang merah di Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal sedang menyirami bawang merah. Dalam waktu dua minggu mereka akan melakukan panen. Foto : Metrojateng.com

BREBES – Ribuan petani bawang merah di Kabupaten Brebes dipastikan bakal melakukan tanam ulang pada November 2014 mendatang. Pasalnya, saat ini proses tanam ulang sudah dilakukan di daerah lain seperti Probolinggo dan Nganjuk, Jatim.

“Tanam ulang kami lakukan mundur dari masa tanam pertengahan September. Jika kami memaksa menanam sekarang, dikhawatirkan bakal bersamaan pula melakukan panen raya,” ungkap Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Subkhan, Selasa (9/9).

Dikatakan dia, apabila panen raya di Brebes bersamaan dengan daerah penghasil bawang lainnya, sudah dipastikan pula harga bawang merah akan anjlok. Seperti yang terjadi pada awal September ini, dimana bawang merah asal Brebes tidak bisa dijual di pasaran.

Banyaknya bawang dari Probolinggo dan Nganjuk yang masuk ke Brebes menyebabkan petani lokal urung menjual hasil panen. Mereka lebih memilih menyimpan dan menjadikan bibit untuk menanam ulang pada November mendatang.

Biaya produksi tinggi

Ribuan petani bawang di Brebes sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang, lantaran biaya produksi pada November diperkirakan bakal membutuhkan dana yang cukup tinggi. Sebab, pada bulan tersebut bersamaan dengan brelangsungnya musim kemarau.

Untuk memproduksi bawang, para petani bakal membuat sumur bor guna mengairi sawah. Adapun biaya pengairan bawang diperkirakan mencapai Rp 1 juta setiap satu minggu. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan bakar bensin.

Dalam kesempatan ini, Subkhan berharap adanya peran serta dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjadikan Brebes sebagai sentra pembibitan bawang nasional. Sebab, kualitas bibit asli Brebes sudah terjamin daripada bibit asal daerah lain.

“Hasil kreativitas bibit kami sudah terjamin. Umbi bibit bawang mampu bertahan hingga dua bulan. Sedangkan dari daerah lain hanya bertahan 20 hari. Awalnya memang umbi bibit sangat besar, namun lama-lama akan mengempes,” bebernya.

Ditambahkan dia, dengan adanya pendampingan dari Pemda maka para petani juga bakal memperoleh penghasilan sampingan dari penjualan bibit. Karena saat ini petani bawang tengah mengalami kerugian cukup besar dari hasil panen raya.

Adapun nilai jual bibit bawang super mampu mencapai Rp 20.000 per kilogram. Sedangkan bibit bawang biasa dijual dengan harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilo. (MJ-10)

Ini Menarik!

Pemkab Kampar Pelajari Kawasan Industri di Kendal

Share this on WhatsApp  KENDAL – Keberhasilan Kabupaten Kendal mendirikan kawasan industri berskala besar menarik …

Silakan Berkomentar