Home > HEADLINE > Tanahnya Dipasangi Tulisan Ini, PT KAI DAOP 6 Ancang-ancang ke Kantor Polisi

Tanahnya Dipasangi Tulisan Ini, PT KAI DAOP 6 Ancang-ancang ke Kantor Polisi

MAGELANG – PT KAI langsung kebakaran jenggot, saat mengetahui ada papan yang mencantumkan pemberitahuan tanah milik Sultan Ground (SG) di kawasan Sidotopo, Kedungsari , Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. PT KAI Daerah Operasional 6 Jogjakarta menanggapi serius papan tersebut. 

    “Kita akan segera laporkan ke polisi, mereka akan menyerobot tanah milik PT KAI. Papan SG  dipasang di atas tanah milik PT KAI,” tegas Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budianto .

    Terhadap masalah, pihaknya sudah menggelar rapat. Pemasangn papan  SG yang  berjejeran dengan papan milik PT KAI merupakan upaya penyerobotan tanah.

    Dengan demikian, kasus tersebut perlu ditindaklanjuti. “Kita akan segera tinjau lokasi pemasangan papan tersebut dan menyiapokan bukti-bukti,” katanya.  

    Eko menegaskan, jika papan seperti ini dibiarkan, maka untuk jangka panjang merugikan PT KAI. Dengan pemasangan itu, maka akan terbentuk opini ke masyarakat bahwa tanah itu bukan milik PT KAI. “Dengan demikian, warga akan semena-mena menempati, menggunakan tanah milik PT KAI.

    Pihaknya juga sedang menyiapkan tim kuasa hukum untuk menangani masalah ini.  Ada dua kemungkinan Tim Hukum yang akan digunakan, dari PT KAI Pusat atau PT KAI daerah. 

    Seperti diketahui di Jalan Sidotopo, Kedungsari, Magelang Utara tiba-tiba muncul papan yang mencantumkan tulisan pemberitahuan tanah ini tanah SG. Hak milik ahli waris turun-temurun HB VII berdasarkan Undang-Undang Rijksblad No 16 Tahun 1918. Di papan itu juga menjelaskan bahwa Tanah SG bukan hak milik Pemda, bukan hak milik Negara, bukan hak milik Lembaga/Institusi, bukan hak milik BUMN/PT KAI Persero.

    Selain itu juga tertulis, RM Triyanto Prastowo Sumarsono dengan No Kode : VII.A-13,B-18c-1,D-3. Ahli Waris Turun Temurun, Hamengku Bowono VII. 

    Warga setempat rata-rata tidak  tahu siapa yang memasang papan nama di tepat di depan persis papan nama PT KAI itu.

    Tertulis juga nomor telepon di papan tersebut. Namun, saat nomor tersebut dihubungi, tidak bisa dihubungi. Ternyata,  nomor kontak tersebut ada 13 digit. 

    Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menyatakan, jika ada yang melapor ke Polisi, pihaknya akan menerimanya sebagai aduan. Nanti akan dipelajari terlebih dahulu.  

    Setelah dipelajari, Polisi akan menggelar perkara untuk menentukan kasus pidana atau bukan. Jika memang masuk ranah sengketa perdata,  maka bisa ke pengadilan untuk menyelesaikannya.

    Namun pada prinsipnya, kata Kapolres, polisi  sebagai problem solving. Menjadi penengah adanya masalah sosial. “Kita lakukan upaya untuk mencegah jangan sampai berkembang. Langkah persuasif kita kedepankan.(MJ-24)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar