Takut Digebuki, Penjambret Nekat Gantung Diri

MAGELANG – Diduga malu setelah ketahuan menjambret, HD (29) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Pemuda warga Desa Magersari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang itu ditemukan menggantung dengan seutas tali, tak jauh dari lokasi penjambretan.

Ilustrasi

Aksi kejahatan HD dilakukan terhadap seorang gadis, Rofiyatun (17) di Desa Tegalsari, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Minggu (29/4).

Kapolsek Candimulyo AKP Suharto dalam keterangan pers, Senin (30/4) mejelaskan, HD ditemukan sudah meninggal dunia dengan cara menggantung di sebuah pohon jambu di Dusun Senden Desa Tampir Wetan Kecamatan Candimulyo. Korban jambret Rofiyatun (17) warga Desa Sumberarum Kecamatan Grabag.

Kepada petugas, Rofiyatun mengungkapkan, kalau HD adalah orang yang baru saja menjambret ponsel miliknya. Ia dijambret di dekat jembatan Desa Tegalsari sekitar pukul 16.00. Pelaku melakukan aksinya seorang diri dan berhasil menggondol ponselnya .

Saat itu Rofiyatun sedang berboncengan sepeda motor dengan temannya. Tiba tiba saat mau memasukan HP dalam tas, dari arah belakang pelaku merebut HPnya. Pelaku langsung kabur naik sepeda motor ke arah Blabak.

Setelah melaju sekitar 500 meter dari lokasi, pelaku jatuh bersama motornya hingga terpesorok ke parit. Rofiyatun dan kawannya bergegas menghampiri pelaku dan berusaha merebut kembali HP miliknya.

“Setelah dijambret, Rofiyatun memang mengejar pelaku dan menghampiri saat pelaku jatuh. Di saat bersamaan, warga juga mulai berdatangan,” jelas Suharto.

Melihat banyak warga yang datang, pelaku menjadi ketakutan dan melarikan diri dengan meninggalkan motornya. Warga yang berusaha mengejar tidak berhasil menangkap pelaku.

Namun tidak lama kemudian, warga dikejutkan dengan penemuan jasad pelaku yang tergantung di batang pohon jambu di lereng sungai dengan ketinggan sekitar 3,5 meter.

Hasil olah TKP, pelaku sudah meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara menggantung. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan visum dan identifikasi oleh petugas Inafis. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.