Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Taksi Bandara Dikeluhkan, Jam Operasional Trans Semarang Bakal Ditambah

Taksi Bandara Dikeluhkan, Jam Operasional Trans Semarang Bakal Ditambah

231
0
BERBAGI

SEMARANG – Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di Bandara Ahmad Yani yang baru ditambah. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, secara resmi mengumumkan bertambahnya jam pengoperasian itu melalui akun twitter dan instagram pribadinya @HendrarPrihadi, pada Minggu (10/6).

Operasional BRT Trans Semarang di Bandara Ahmad Yani baru bakal ditambah mulai Selasa (12/6). Foto: metrojateng.com/istimewa

Penambahan jam operasional tersebut adalah dari yang semula hanya melayani penumpang hingga pukul 18.00 saja setiap harinya, mulai Selasa (12/6) nanti akan beroperasi sampai pukul 24.00.

‘’Masih menanggapi terkait keluhan transportasi di Bandara baru — mulai Selasa depan @TransSemarang bandara A.Yani akan beroperasi sampai jam 12 malam — serta akan dibangun area pelayanan khusus..,” tulis Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut dalam unggahannya melalui twitter dan instagram.

Di akhir caption panjangnya tersebut, Hendi juga menegaskan bahwa penambahan jam operasional layanan BRT Trans Semarang di Bandara Ahmad Yani yang baru tersebut adalah untuk menyediakan transportasi umum alternatif selain taksi yang telah ada.

“Nb : yg tidak cocok menggunakan Taxi, disiapkan Bus untuk keluar Bandara — kemudian lanjutkan dengan moda transportasi lainnya,” tulisnya.

Untuk rute Bus Trans Semarang yang melewati Bandara Ahmad Yani baru di luar jam operasional standart tersebut, akan mengantarkan penumpang dari bandara sampai ke arah tengah kota menuju Simpang Lima, dan begitu juga sebaliknya.

Direncanakan armada bus akan tiba di shelter yang telah disediakan di dalam bandara untuk menaik-turunkan penumpang setiap 15 menit.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menuturkan, selain penambahan jam operasional, akan dilakukan juga peningkatan layanan Trans Semarang di bandara dengan membangun area khusus pelayanan.

“Selain itu juga akan kami bangun ruangan yang nyaman khusus untuk penumpang BRT. Kita sudah diberi ruang di bandara dengan luas sekitar 64 meter persegi, tepat di ujung lintasan drop off penumpang,” jelas Ade.

“Target kami tiga hari kedepan desain untuk peningkatan ruang tunggu Trans Semarang ini sudah bisa disepakati dengan Angkasa Pura,” tegasnya.

Adapun kebijakan Wali Kota Semarang, Hendi tersebut merupakan respons dari keluhan di sosial media twitter, Jumat (8/6), yang sempat viral terkait trasportasi taksi yang disediakan oleh Bandara Ahmad Yani yang baru. Pengguna twitter dengan nama akun @Hallo_Dimas tersebut menuturkan tidak mengerti tentang mekanisme pemesanan taksi di bandara hingga kemudian terjadi salah paham ketika menggunakan jasa lainnya.

“Padahal counter di dalem udah tutup, terus gimana dong solusinya selain order taksi dari luar? Long story short, taksi pesenan gue dateng. Dan pas lewat pangkalan taksi bandara, tiba2 ada mas2 yg berdiri ngalangin jalan sambil geleng2 kepala teriak KELUAR,” ceritanya.

“Sayang lho bandara udah bagus, fasilitas udah nyaman tapi masih ada luka lama yg belum juga sembuh sampe sekarang. Semoga pemerintah bisa segera mengambil jalan tengah atas persoalan ini. Saya masih tetap mau berhusnuzon kepada pemerintah,” keluh @Hallo_Dimas di lini masa twitternya yang telah di Retweet oleh lebih dari 1.600 penggunan twitter lainnya. (duh)