Home > JATENG RAYA > Tak Mau Dipenjara Sendirian, Pengguna Sabu Ini Seret Pengedar dan Temannya

Tak Mau Dipenjara Sendirian, Pengguna Sabu Ini Seret Pengedar dan Temannya

MAGELANG – Sebanyak 6 orang yang menjadi pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu, berhasil diciduk Sat Narkoba Polres Magelang Kota. Mereka diduga mendapat pasokan barang haram itu dari sebuah LP yang ada di Jogjakarta. “Menurut pengakuan, mereka mendapatkan sabu-sabu dari LP di Yogjakarta,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo saat gelar perkara , Senin (24/7).
 Keenam tersangka antara lain, Taufan alias Toples (31) asal Kampung Paten Jurang, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Setyo Wibowo (26) asal Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, dan Rizky Ade (24) asal Kampung Panjang Baru, Kota Magelang.

 Kemudian  Muhammad Anas alias Ameng (22), Fandika Andana (22), dan Anggi Ispriyanto (30), ketiganya berasal dari kampung Paten Jurang, Kelurahan Rejowinangun Utara Kota Magelang. 

 Hari menjelaskan salah satu tersangka memesan barang haram itu melalui pesan singkat kepada orang tersebut. Setelah terjadi kesepakatan, tersangka mentranfer sejumlah uang dan seseorang di lapas mengirimkan narkoba melalui jasa kurir.

 Polisi berhasil membongkar jaringan ini setelah mendapat informasi masyarakat yang mencurigai tersangka Taufan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di rumahnya. “Berdasar informasi itu, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan akhirnya berhasil membekuk Taufan di rumahnya, Selasa (27/6), berikut barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,50 gr.
 Di depan petugas, Taufan bernyanyi kalau ia kerap menggunakan sabu bersama rekannya, Setyo Wibowo. Saat itu pula polisi meringkus tersangka Setyo di rumahnya dan ditemukan sabu-sabu seberat 0,30 gram.
 Dari mulut Setyo, polisi akhirnya menciduk  Rizky Ade yang dikatakan sebagai pemasok. “Di hari itu juga kami tangkap Rizky. Di kediaman Rizky, temukan uang tunai Rp 1.550.000 yang diduga merupakan uang hasil penjualan narkoba,” ungkap  Hari.

 Tidak sampai di situ, pada hari berikutnya polisi menangkap tersangka Fandika yang tidak lain adalah teman Taufan. Dari tahanan, Taufan sempat memerintah Fandika untuk mengamankan narkoba yang belum diketahui polisi di rumah Rizky. 

 Namun saat diinterogasi, Fandika mengaku telah memakai sabu bersama rekannya bernama Anas dan masih tersisa satu plasik berisi 0,23 gram. Sisanya ini diserahkan ke temannya bernama Anggi, yang akhirnya juga berhasil di bekuk. Bahkan dari tangan Anggi, petugas berhasil menyita barang  bukti 7 bungkus plastik berisi sabu dengan berat antara 0,24 gram sampai 0,48 gram. Total sabu-sabu yang berhasil di sita seberat 3,56 gram sabu yang berhasil diamankan.

 Taufan mengaku baru tiga bulan ini bisnis narkoba dan hasilnya untuk foya-foya dan baru tiga bulan . “Untuk foya-foya saja,” ujarnya singkat.
 Atas perbuatannya, tiga tersangka yang diduga sebagai pengedar masing-masing Taufan, Setyo, dan Rizky,  dijerat dengan Pasal 114 UU nomor 32 tahun 2019 sebagai pengedar dengan ancaman penjara minimal 5 tahun. Sementara tiga pelaku lain dijerat Pasal 112 sebagai pengguna dengan ancaman penjara minimal 5 tahun.(MJ-24)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar