Tak Hanya Polisi, Taruna Akpol Juga Harus Netral dalam Pilkada

 
Gubernur Akpol, Irjen Pol Rycko Amelza (tengah). (foto: metrojateng.com/Efendi)
SEMARANG –  Taruna Akademi Kepolisian dituntut netral dalam pelaksanaan Pilkada 2018 nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Akpol, Irjen Pol Rycko Amelza usai mengisi materi dalam seminar yang digelar oleh Taruna Tingkat IV Angkatan 49/Prawira Hirya bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Untuk Polri Yang Promoter Dalam Pelaksanaan Pemilukada Serentak 2018” di Gedung Indonesia, Akpol, Selasa (13/2).
“Meskipun mereka masih Taruna tapi mereka sudah masuk menjadi bagian dari institusi Polri. Mereka harus bersikap seperti polisi yang harus netral dalam pilkada manapun termasuk Pilgub Jawa Tengah 2018 nanti,” ujar Rycko.
Rycko juga mengatakan, sebelum  menjadi taruna mereka telah disumpah untuk menjadi bagian dari Polri. Oleh karena itu, mereka juga harus mengikuti aturan seperti yang diterapkan kepada seluruh amggota Polri termasuk netralitas dalam pilkada.
Sementara, di Akpol kini ada sekitar 1.200 orang taruna. Meskipun mereka belum melaksanakan tugas resmi sebagai seorang anggota Polri, namun mereka merupakan calon pelayan masyarakat yang akan mengemban tugas dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Di sini ini tidak akan ada posko pemilihan, mereka (Taruna) tidak nyoblos karena memang tidak boleh. Jadi saat pilkada danti mereka tetap beraktivitas di sini seperti biasa,” pungkas Rycko. (fen)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 16 = 22

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.