Beranda JATENG RAYA Tahun Baru di Magelang, Dari Air Mancur Sampai Lampion Thailand

Tahun Baru di Magelang, Dari Air Mancur Sampai Lampion Thailand

138
1
Air mancur menari yang di luncrukan Walikota Magelang Sigit Widyonindito pada malam perayaan tahun 2018, Minggu (31/12). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG – Walikota Magelang Sigit Widyonindito air mancur menari tepat pada perayaan malam pergantian tahun, Minggu (31/12) pukul 23.30. Air mancur menari ini diharapkan mampu menjadi daya tarik warga luar untuk berbondong-bondong mengunjungi Kota Magelang.

Warga yang penasaran dengan aksi menari air mancur ini rela berdesak-desakan sejak sore hari. Mereka sudah lebih dulu mengambil tempat agar bisa menyaksikan air mancur menari.

Dalam peluncuran, Walikota Sigit menyampaikan masyarakat bisa menyaksikan air mancur menari pada Sabtu malam dan hari libur. Air mancur akan dinyalakan dua kali, pukul 20.00 dan 21.30. Pemilihan waktu tersebut disesuaikan dengan ibadah umat muslim di Masjid Jami’ Kauman yang berada sebelah barat atau depan  air mancur.

“Ini agar umat muslim tidak terganggu ibadahnya,” kata Sigit. Tepat pukul 23.30 wib, air mancur menyala dan  langsung disambut dengan tepuk tangan sangat meriah. Ribuan warga mengabadikan momen ini dengan menggunakan telepon pintar masing-masing. Cahaya ribuan ponsel yang digunakan untuk memotret air mancur itu menjadi pemancangan tersendiri.

Beragam  komentar dari warga yang menyaksikan bermunculan. Ada yang takjub, namun ada juga yang menganggap biasa. Seperti Anis, warga Badaan Baru yang mengaku kagum dengan air mancur menari ini. “Kota Magelang kecil namun mampu memberikan yang baik untuk warganya,” kata Anis.

Hal berbeda disampaikan Ayu, warga Kauman Kota Magelang. Menurutnya, air mancur yang berada di alun-alun Magelang itu di luar ekspektasinya. “Saya pernah menyaksikan di Kaliurang dan Purwokerto, semuanya bagus. Seharusnya Kota Magelang lebih bagus karena katanya anggarannya Rp 4 milyar lebih,” ujarnya.

Malam pergantian tahun baru yang dipusatkan di alun-alun, ditutup dengan pesta kembang api. Selama setengah jam, langit di pusat kota dihiasi taburan api.

 

Parkir Mahal

Malam tahun baru yang dikemas dengan Car Free Night ini lebih tertib. Banyaknya kantong-kantong parkir yang di sediakan membuat warga nyaman menikmati perayaan malam tahun baru 2018.

Walau ada saja tukang parkir yang memanfaatkan momen setahun sekali ini dengan menarik tarif parkir berlebih. Untuk sepeda motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10 ribu. Alasan mereka, setahun sekali dan harus dimaklumi.

Padahal sebelumnya, Kadishub Kota Magelang Suryanto sudah mengimbau untuk tarif parkir hanya boleh naik maksimal 200 persen. Untuk sepeda motor maksimal Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu atau 6 ribu. “Yah, mau bagaimana lagi. Terpaksa bayar seperti yang mereka minta,” kata Anti, warga Wates.

Lampion Thailand menghiasi langit Candi Borobudur Kabupaten Magelang pada malam pergantian tahun baru. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

Lampion

Sementara itu, pemandangan luar biasa terlihat di Candi Borobudur Kabupaten Magelang pada malam pergantian tahun baru. Sebanyak 2.500 lampion berukuran masing-masing 1,4 meter dengan diameter 80 cm, diterbangkan secara bersamaan. Penerbangan lampion diiringi lag-lagu nasional yang dinyanyikan pengunjung.

Di Borobudur, perayaan tahun baru dikemas dalam acara Borobudur Nite. Dipromotori Ghataya Event Organizer pimpinan artis sinetron Ayu Diah Pasha. Sebelum penerbangan lampion, pengunjung dihibur dengan penampilan Andien dan Kevin And The Red Rose serta penyanyi pendatang baru Nico. (MJ-24)