Tahun Ajaran Baru, Solo Terapkan Zonasi Sekolah

SOLO – Pemkot Solo mulai menerapkan sistem zonasi untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2018/2019. Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengatakan zonasi ini dilakukan untuk pemerataan pendidikan, sehingga menghilangkan image sekolah favorit di Solo.

zonasi solo
Siswa Murid SD sedang berbaris mengikuti upacara bendera. (foto: metrojateng/MJ-25)

“Penentuan zonasi ini sudah diatur di Undang-Undang dan Permendikbud juga ada, kita juga sudah lakukan kajian bekerjasama sengan UNS (Universitas Sebelas Maret.red) untuk penentuan zonasi sekolah,” ujar Walikota saat jumpa pers di rumah dinas Loji Gandrung, Rabu (20/6).

 

Sistem zonasi yang diterapkan yakni dengan ukuran jarak antara sekolah dengan kelurahan peserta didik. Dari hasil kajian tersebut didapati bahwa untuk tingkat SMP jarak terjauh adalah 3 kilometer dari kantor kelurahan. Sedangkan untuk tingkat SD jarak terjauh adalah 2,6 kilometer saja.

 

“Harapannya besok satu Kecamatan itu ada lima sekolah, kalau sekarang masih ngumpul di satu kecamatan. Seperti Kecamatan Banjarsari itu ada 10 SMP, sedangkan Pasar Kliwon dan Serengan baru ada dua,” jelasnya.

 

Pendaftaran sistem online atau daring dan sistem pendaftaran offline atau luring. Untuk sistem luring diperuntukkan bagi keluarga miskin atau Gakin dan juga difabel dengan kuota sebanyak 30 persen. Pendaftran luring dimulai tanggal 25-27 juni 2018. Kemudian untuk sisanya akan diperuntukkan bagi pendaftar sistem online atau during yang dimulai tanggal 3-5 Juli mendatang. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

80 − = 76

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.