Beranda KAMPUS Suteki Bakal Lawan Undip di Persidangan

Suteki Bakal Lawan Undip di Persidangan

250
0
BERBAGI

SEMARANG – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Prof Suteki, menyatakan bakal melawan petinggi kampusnya yang hadir dalam sidang disiplin yang bakal digelar pada hari ini, Rabu (6/6).

Prof Suteki saat ditemui wartawan di ruangannya Gedung MIH Undip Imam Barjo Pleburan Semarang. Foto: fariz fardianto

Sidang disiplin itu akan digelar di Undip, Tembalang, yang dipimpin Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Prof Darsono. Ia mengaku tidak bersalah atas kasus dugaan ujaran kebencian karena mengunggah postingan pro-HTI di facebooknya.

Sikapnya itu, ia berdalih tidak melanggar aturan disiplin sebagai PNS. Meski pun selama ini dirinya dianggap mendukung paham khilafah yang dianut HTI yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

“Sebagai ASN memang harus mengikuti aturan pemerintah. Namun, saya juga seorang guru besar. Jangan sampai aturan ASN membuat kebebasan berpikir, bersosial, dan mencari pemahaman kita dibatasi. Terlebih lagi, kita sebagai seorang profesor,” tegasnya.

Ia mengungkapkan sebagai pegawai negeri, dirinya memang dituntut wajib mengikuti aturan pemerintah. Kendati demikian, ia sebagai guru besar wajib memberikan pemahaman ilmiah tentang ajaran tertentu.

Pemahaman itu pun kerap disalurkan lewat akun Facebook pribadi di @ Suteki, Sh, Mhum, Dr. “Makanya, hari ini tanggal 6 Juni sidang disiplinnya. Kalau sidang kode etik oleh DKKE sudah kemarin tanggal 31 Mei. Saya diminta klarifikasi, sekaligus menjalani pemeriksaan,” tuturnya.

Ia yang jadi pegawai negeri golongan IV mengakui bahwa ada anggapan salah ketika dirinya ikut menolak Peraturan Perundang-Undangan (Perpu) Nomor 2/2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas).

Hal itu bahkan ditunjukkan Suteki saat diminta HTI menjadi ahli dalam sidang permohonan pembatalan Perpu Ormas di Jakarta, Oktober 2017. “Memang kalau dipikir, ASN kok menolak Perpu. Tapi sesuai dengan keilmuan saya itu enggak pas. Jadi wajar kalau saya menolak,” tandasnya. (far)