Home > HEADLINE > Sungguh Berani! Mahasiswa Ini Pasarkan Handphone ‘Supercopy’ di Dekat Markas Polisi

Sungguh Berani! Mahasiswa Ini Pasarkan Handphone ‘Supercopy’ di Dekat Markas Polisi


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 435
Kapolrestabes Kombes Djihartono menunjukkan barang bukti ponsel replika. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Kapolrestabes Kombes Djihartono menunjukkan barang bukti ponsel replika. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Satuan Reserse Kriminal Unit Khusus Polrestabes Semarang, berhasil membongkar praktik penjualan telepon seluler replika. Pelaku tergolong nekat karena menjalankan bisnis illegal tersebut di Jalan Kaligarang, yang lokasinya cukup dekat dengan Markas Polrestabes Semarang.

Dalam penggerebekan pada Jumat (29/11) itu, polisi berhasil menyita 125 ponsel replika berbagai merek yang siap edar. Polisi juga mengamankan pemilik konter, RYF (25). Tersangka mengaku mendapat pasokan barang yang biasa disebut ‘super copy’ itu dari rekannya di Jakarta.

Beberapa jenis ponsel replika yang dipasarkan antara lain Samsung Galaxy S5, Note 3, Iphone 4,5,dan 6, dan berbagai jenis ponsel BlackBerry kelas menengah hingga atas seperti Blackberry Porshe. “Jual sejak Januari lalu, paling seminggu laku tiga. Yang paling laris Samsung S5,” tuturnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (3/12).

Harga yang dipatok pun bervariasi. Sebagai contoh, Ponsel Samsung Galaxy S5 dan Iphone 5 dengan harga asli di atas 5 juta,  ponsel replikanya ia jual hanya dengan harga  di bawah Rp 2 juta.

“Saat jual saya juga bilang kalau handphone tersebut hanya replika. Tapi saya juga memberi garansi kerusakan satu bulan,” imbuh mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, ponsel replika tersebut kebanyakan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Kota Semarang. “Dia tidak langsung men-display ponsel palsu tersebut. Awalnya dia menawarkan kepada calon pembeli, kalau cocok baru ponselnya dikeluarkan,” terangnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 94 UU No.15 Tahun 2002 tentang Merek, dengan ancaman pidana satu tahun penjara dan denda maksimal Rp 200 juta. (yas)

Ini Menarik!


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 435

Pencucian Uang Narkoba, Kepala Penjara Purworejo Ditangkap

SEMARANG – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) gabungan meringkus Kepala Rutan Purworejo, C Adhi Satriyanto …

Silakan Berkomentar