Home > JATENG RAYA > Sulit Dapat Elpiji, Warga Masak Pakai Kayu

Sulit Dapat Elpiji, Warga Masak Pakai Kayu

Mukayanah memasak menggunakan kayu kering Karena elpiji langka dan mahal.

DEMAK – Mukayanah,60, warga Desa Karangasem Kecamatan Sayung Kabupaten Demak masih menggunakan kayu kering untuk memasak. Hal itu lantaran elpiji tiga kilogram terbilang Langka di daerahnya.

Di dapurnya ada kompor berbahan gas elpiji. Di sisi lain masih terdapat pawon, atau tempat memasak tradisional menggunakan baban bakar kayu. Justru inilah yang sering dia pakai menyediakan makan bagi keluarganya.

Tiap harinya, Mukayanah harus memasak makanan untuk suami, Sarbini dan lima anaknya. 

“Masih menggunakan kayu kering until memasak. Elpiji sering Susan mencarinya,” kata Mukayanah di rumahnya, Selasa (31/1/2017)

Menurutnya, mendapatkan kayu kering lebih mudah dan harganya lebih murah ketimbang elpiji. Satu karung kayu dibelinya Rp10 ribu. Kayu tersebut dapat digunakan selama sekitar satu minggu.

“Lebih murah kayu, satu karung Rp10 ribu. Biasanya saya suruh anak beli tukang kayu, Karena banyak kayu bekas yang tidak dipakai,” lanjutnya.

Dulu Mukayanah pernah menggunakan kompor gas elpiji. Namun, karena sekarang sulit didapat dan harganya berangsur naik, dia kemudian memilih kembali menggunakan pawon.

“Sudah dari dulu punya pawon. Ya, sekitar lima bulan terakhir saya pakai lagi. Selain langka, harga mahal, elpiji juga rawan meledak,” tutur dia.

Yazid,24, salah satu anak Mukayanah meengaku bahwa ibunya lebih senang memakai kayu kering dalam memasak.

“Kalau menurut kebanyakan orang memasak lebih mudah pakai kompor gas, tapi ibu lebih senang pakai kayu, Karena elpiji sering langka,” paparnya.

Selain itu, harga elpiji tiga kilogram mencapai Rp22 ribu per tabung. Harga tersebut dinilai lebih mahal ketimbang kayu.

“Says yang biasanya disuruh believe kayu. Harapannya elpijo midah didapat dan harganya terjangkau Karena pemerintah sudah menghapus minyak tanah, Dan elpiji jadi bahan pokoknya,” tandasnya. (MJ-23)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar