Stok BBM Ditambah hingga 30 Persen selama Ramadan

SEMARANG – Menghadapi Ramadan dan mudik Lebaran PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY berupaya memperkuat ketahanan distribusi BBM dan LPG. Adapun, yang dilakukan yakni memperkuat stok BBM dan LPG dengan menambah pasokan hingga 30% dari normal harian.

General Manager Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto
Foto: anggun puspita

Disamping itu, Pertamina juga mengamankan suplai BBM dan LPG di Terminal BBM dan Depot LPG Pertamina, memperkuat layanan BBM dan LPG di lembaga penyalur serta memberikan layanan BBM dan LPG di tempat yang rawan dengan kepadatan.

General Manager Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto mengatakan, dalam rangka Ramadan dan Lebaran 2018 ini kami memperkuat stok BBM dan LPG di Jawa Tengah dan DIY.

“Untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite dan  Pertamax Series) kami memprediksi konsumsinya akan meningkat hingga 30%, dari yang 12.000 kiloliter (KL) per hari menjadi 15.500 KL. Namun, untuk produk Gasoil justru diprediksi turun antara 10% hingga 15% karena adanya pembatasan operasional angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industry,’’ ungkapnya, Jumat (18/5).

Khusus wilayah Jawa Tengah, untuk konsumsi LPG di wilayah tersebut Pertamina menyiagakan tambahan stok 10% menjadi 28.736.410 tabung dibanding rata-rata harian normal 26.162.813 tabung. Kemudian, tambahan stok untuk BBM jenis Avtur juga disiagakan hingga 18% dari rata-rata konsumsi normal yaitu dari 485 KL menjadi 574 KL. ‘’Upaya ini untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di bandara selama periode puasa dan lebaran,’’ tuturnya.

Disamping memastikan kesediaan suplai BBM dan LPG aman. Pertamina MOR IV juga menjamin pelayanan terbaik pada periode puasa dan mudik lebaran 2018 ini. “Kami menyiapkan beberapa fasilitas alternatif tempat pengisian BBM agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh akses mengisi BBM untuk kendaraannya selama mudik yaitu dengan menempatkan beberapa unit motoris kemasan, menyebar titik kios Pertamax yang dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM Kemasan.

Fasilitas ini akan disebar di beberapa jalur mudik regular, ruas tol  serta di jalur wisata yang rawan dengan kepadatan.

‘’Sebagai contoh, kami menyiapkan 26 SPBU Kantong di jalur pemudik reguler (NonTol) baik yang dari arah utara maupun yang dari selatan Jawa Tengah dan DIY. SPBU Kantong ini disiapkan guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki menuju titik lokasi SPBU untuk kebutuhan suplai,’’ jelas Yanuar.

Dia menambahkan, bahwa persiapan satgas tahun ini menjadi tantangan baru bagi pihaknya, karena pada tahun ini akan ada beberapa ruas tol baru yang baru difungsikan di wilayah Jawa Tengah.

‘’Sebagai informasi pada tahun lalu wilayah Jawa Tengah memiliki ruas tol sepanjang 96,70KM dan tahun ini ruas tol bertambah menjadi 219,51 KM untuk jalur tol operasional (Brebes hingga Pemalang) dan fungsional (Pemalang – Semarang sampai dengan Ngawi),’’ katanya.

Untuk memastikan konsumen mendapatkan kemudahan dalam memperoleh BBM dan LPG. Pertamina terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, BUJT serta Polda Jateng dan DIY dalam menentukan titik-titik lokasi fasilitas Kiosk dan SPBU Kantong. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

72 + = 81

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.