Stabilkan Harga, Bulog Gelontorkan 30.000 Ton Beras

Kepala Perum Bulog Subdivre Semarang Gatot Endro Waluyo dan Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari melepas armada Gerakan Stabilisasi Pangan yang mengangkut beras medium untuk operasi pasar di Gudang Bulog Mangkang Kulon Semarang, Selasa (9/1). (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)  

 

SEMARANG- Perum Bulog Divre Jawa Tengah terus menstabilkan harga beras di pasaran. Upaya itu dilakukan dengan melakukan operasi pasar sejumlah titik. Sebanyak 30.000 ton beras digelontorkan untuk menekan harga beras yang masih melambung saat ini.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya saat ini harga beras di pasaran masih tidak stabil. Artinya, harga di pasar masih diatas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah, maka operasi pasar perlu ditempuh.

“Sebelumnya kami sudah salurkan 10 ribu ton beras ke masyarakat melalui Satgas Bulog, pedagang mitra penyalur, Rumah Pangan Kita dan instansi lain. Sekarang kami tambah lagi pasokan di pasar hingga 30.000 ton,” ungkapnya di sela pelepasan armada Gerakan Stabilisasi Pangan di Gudang Bulog Mangkang Kulon Semarang, Selasa (9/1).

Beras tersebut akan disalurkan ke 15 titik pasar tradisional pencatat angka inflasi di Jateng di antaranya ‎berada di Kota Semarang, Surakarta, Kudus, Cilacap, dan Tegal.

“Selain itu, beras ini juga akan kami sebar di 157 titik dan 85 pedagang. Upaya ini kami lakukan agar tidak lagi terjadi gejolak harga di pasar. Sebab, beras adalah kebutuhan pokok yang kerap menjadi pemicu inflasi,” jelas Djoni.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional harga beras kelas medium telah melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram. Ada kenaikan sebesar 5%-10% sebagaimana harga beras di pasar menjadi Rp 10.000 hingga Rp 10.500.

Djoni menambahkan, sepanjang harga beras masih belum stabil pihaknya akan terus melakukan operasi pasar. “Terkait ketahanan, stok kami masih cukup. Sementara itu, kami memprediksi harga beras akan kembali turun saat suplai meningkat pada panen raya bulan Maret 2018 mendatang,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.