Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Spanduk Tolak ISIS Marak di Boyolali

Spanduk Tolak ISIS Marak di Boyolali

image
Spanduk bertuliskan penolakan warga terhadap ISIS bertebaran di pinggir jalan strategis di Boyolali/MJ-07

BOYOLALI – Spanduk berisi penolakan terhadap paham ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), marak di Boyolali. Spanduk tersebut terpasang di pinggir-pinggir jalan yang berlokasi strategis. Contohnya, spanduk terpasang di jalan Solo-Semarang, tepatnya di pertigaan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono. Juga di Kecamatan Musuk, terpasang melintang di jalan Dukuh Ngrancah, Desa Pusporenggo.

Tulisan di spanduk itu pun hampir sama. Spanduk di Banyudono bertuliskan, “Warga Masyarakat Banyudono Tolak ISIS di Indonesia”, kemudian di sisi kiri ada gambar telapak tangan tertuliskan “Stop ISIS”. Sedangkan di Ampel juga bertuliskan hampir sama. Begitu pula yang terpasang di Musuk, hanya ditambahi tulisan imbauan : “Apabila ada warga masyarakat yang mengetahui, harap segera hubungi Polsek Musuk”.

Kepala Kesbangpolinmas Boyolali, Supama Harja, mengakui adanya spanduk-spanduk penolakan ISIS. Spanduk tersebut dipasang di titik-titik strategis di 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Boyolali.

“Untuk mengantisipasi masuknya paham ISIS di Boyolali,” kata Supama Harja kepada wartawan, Kamis (2/4).

Sementara itu Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Kav) Topri Daeng Balaw, mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada kecuriagaan terhadap kelompok masyarakat tertentu.

Menurut Dandim, masyarakat adalah orang terdekat yang mengetahui masuknya pengaruh ISIS di masyarakat.

Selain itu, Dandim juga mengimbau masyarakat jangan mudah tergiur dengan promosi umroh gratis. Bila ada program umroh gratis perlu dilihat lebih dalam siapa yang mengadakan. “Kami juga melakukan kerjasama dengan tokoh agama menolak ISIS,” tandas Topri.

Sekretaris Komisi IV DPRD Boyolali, Agus Ali Rosyidi, meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengawasi ketat penyebaran buku ke sekolah-sekolah untuk menangkal masuknya paham radikalisme melalui buku pelajaran.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan paham radikalisme masuk ke sekolah-sekolah melalui penyebaran buku pelajaran. “Mungkin di Boyolali ada, tetapi belum ditemukan. Maka harus diwaspadai, jangan sampai kecolongan,” kata Agus Ali. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar