Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Solar Menghilang, Ratusan Nelayan Kendal Menganggur

Solar Menghilang, Ratusan Nelayan Kendal Menganggur

image
Antrean soar di Kendal. Foto Metrojateng

KENDAL – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal sudah sepekan terakhir tidak buka. Nelayan kesulitan mendapatkan solar dan jika membeli di luar harus menggunakan surat pengantar akibatnya ratusan kapal tidak bisa melaut.

SPBN ini ditutup oleh pemiliknya karena sudah sepekan tidak mendapat kiriman solar, deretan jerigen nampak berjajar di depan mesin pompa meski tidak tahu kapan datangnya.Tutupnya SPBN Bandengan ini diakibatkan  tidak adanya pasokan bahan bakar minyak jenis solar dari Pertamina.

Ratusan nelayanpun  terpaksa tidak melaut akibat tidak adanya solar. Padahal Pertamina telah mencabut kebijakan pembatasan kuota BBM bersubsidi  namun kelangkaan jenis solar masih saja terjadi.

Hingga  Jumat (29/08) siang, SPBN milik Pemerintah Kabupaten Kendal ini terlihat sepi tak ada aktivitas. Tak hanya itu  kantor pengelola juga terlihat sepi dan tidak aktifitas. Bahkan  halaman menuju ke SPBN ini ditutup rapat-rapat dengan menggunakan pagar bamboo.

Tidak melautnya nelayan ini membuat dermaga muara sungai Kendal dipenuhi kapal nelayan. Sedangkan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari  para nelayan dari keluarahan Bandengan ini  lebih memilih meminjam uang kepada tetangganya .

Joko Sutrisno , nelayan setempat mengaku  sudah sepekan terakhir SPBN tutup karena tidak ada pasokan solar dari Pertamina. Langka nya solar menyebabkan nelayan memilih tidak melaut  untuk membeli solar di luar harus menggunakan surat pengantar.

“Sudah sepekan sudah tidak buka, kalau beli di luar selain jauh harus menggunakan surat pengantar,” katanya.

Para nelayan berharap  pemerintah maupun Pertamina segera menormalkan kembali pasokan solar ke nelayan  agar bisa melaut kembali. (MJ-01)

Ini Menarik!

26 dan 27 November 2017 JNE Gratiskan Ongkir

Share this on WhatsApp SEMARANG – Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) kembali digelar JNE sebagai …

Silakan Berkomentar