Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Sistem Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Calon Siswa

Sistem Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Calon Siswa

78
0

SEMARANG – Pemberlakuan sistem zonasi mulai dirasakan dampaknya oleh para orang tua siswa yang ingin mennyekolahkan anaknya di sekolah favorit pilihan. Hal ini dikarenakan calon siswa dengan nilai bagus namun lokasinya tidak satu zona dengan sekolahan tersebut, harus kalah bersaing dengan siswa yang nilainya pas-pasan namun tinggal di zona terdekat dengan sekolahan.

Ilustrasi

Suhamam, salah satu orang tua calon siswa, mengatakan, sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini dirasakan betul dampaknya oleh para orang tua calon siswa, termasuk dirinya.

Ia semula ingin mendaftarkan anaknya di SMP Negeri2 Semarang, namun kemudian memindahkan pendaftarannya di SMP Negeri 3 Semarang.

‘’Semula saya mendaftarkan anak saya di SMP Negeri 2, tapi terpaksa saya cabut lagi berkasnya dan memindahkannya di SMP Negeri 3, karena dari hasil pantauan di jurnal pendaftaran anak saya sudah berada di urutan akhir untuk diterima,’’ ujar, Selasa (10/7).

Sedangkan di SMP Negeri 3, menurutnya, hingga siang ini anaknya masih ada peluang untuk diterima. Meskipun juga sama terhitung dari luar zona atau zona kedua.

Melihat perhitungan zona yang diterapkan ini, ia berharap sistem zona dapat ditinjau ulang. Karena dengan sistem zona itu anaknya bisa saja tidak bisa diterima di SMP Negeri 3, dan akhirnya nanti harus sekolah di sekolah swasta karena pendaftaran di sekolah negeri sudah ditutup.

‘’Sebab, zonasi itu membatasi calon siswa untuk mendapatkan sekolahan favorit pilihan masyarakat,’’ katanya, yang sesuai zonasi seharusnya medaftarkan anaknya di SMP Negeri 22 Semarang di daerah Kecamatan Gunungpati.

Sementara untuk pendaftaran di SMP Negeri 3Semarang, Kepala Sekolah EkoDjatmiko mengatakan, hingga hari terakhir ini jumlah pendaftar di sekolahannya sekitar 400an pendaftar, hampir sama dengan tahun -tahun sebelumnya.

Ia menuturkan, masyarakat sudah dapat mengukur nilai dari anaknya masing-masing. Sehingga sudah dapat mengetahui bisa diterima atau tidak di sekolahannya. Pendaftar di sekolahnya rata-rata mempunyai nilai akhir tinggi.

‘’Untuk penerapan zonasi sendiri kami memberlakukan di 19 kelurahan terdekat dengan SMP Negeri 3. Selebihnya masuk luar zona,’’ ujarnya.

Sekadar diketahui, sistem zonasi sendiri mengharuskan sekolah menerima paling minim 90 persen dari daya tampung sekolah harus berasal dari dalam zona atau zona satu. Sedangkan dari luar zona paling banyak hanya 10 persen saja. (duh)