Home > HEADLINE > Sistem Rayonisasi Bikin SMA di Empat Daerah Ini Kekurangan Murid

Sistem Rayonisasi Bikin SMA di Empat Daerah Ini Kekurangan Murid

ilustrasi

SEMARANG – Gara-gara terhambat pada sistem rayonisasi, sejumlah sekolah setingkat menengah atas, kejuruan maupun menengah pertama (SMA/SMK/SMP) di Jawa Tengah tidak bisa memenuhi kuota penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2017/2018.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah pada tahun ini telah mengatur dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru sistem rayonisasi diserahkan kepada tiap pemerintah kabupaten/kota setempat.

Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo mengatakan aturan baru pada sistem rayonisasi tersebut ternyata berdampak pada jumlah siswa yang diterima tiap sekolah.
“Sistem zonanisasi dalam penerimaan siswa baru sangat berdampak bagi sekolahan yang berlokasi di kota-kota kecil. Di Jateng setidaknya ada empat yaitu Salatiga, Tegal, Magelang dan Pekalongan,” ungkap Gatot, Selasa (11/7).

Ia menambahkan minimnya jumlah siswa baru karena di daerah tersebut hanya terdapat beberapa kecamatan. Hal ini terbukti dari jumlah kuota siswa baru setingkat SMP dan SMA yang tidak mencukupi.

“Ada 90 persen sekolah yang tidak mampu mencukupi kuota penerimaan siswa baru. Daya tampung mereka kebanyakan masih kurang,” cetusnya.

Untuk menyikapi masalah tersebut, ia menegaskan tahun depan akan mengubah kuota penerimaan siswa baru khusus di empat daerah tersebut.

Dari yang semula mendapat kuota 7 persen, Gatot bilang pada pelaksanaan tahun depan akan ditambah melebihi angka tersebut.

“Akan kami atur kuotanya khusus daerah-daerah tersebut. Yang tadinya yang hanya tujuh persen tahun mendatang jadi lebih dari 7 persen,” ujar Gatot.

Salah satu sekolah yang kekurangan siswa baru ialah SMA 2 Salatiga. Pihak sekolah setempat kelimpungan lantaran tak bisa maksimal menerima siswa baru. Hal ini, menurutnya tentu jadi persoalan buat pihak sekolah.

Sementara untuk masalah rayonisasi tidak ditemukan di kota-kota besar macam Kota Semarang maupun Solo. “Karena jumlah siswanya justru sisa banyak,” jelasnya. (far)

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar