Sirkuit Mijen Tahap Kedua Dialokasikan Rp 60 Miliar

Pemeliharaan masih dilakukan di Sirkuit Mijen yang sudah rampung masa pengerjaannya akhir Desember lalu. (foto: metrosemarang.com/Muhamad Masrukhin)

 

SEMARANG – Pembangunan Sirkuit Road Race bertaraf nasional tahap I dengan anggaran Rp 38,8 miliar di Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen telah selesai 100%. Namun demikian sirkuit ini belum bisa dimanfaatkan karena masih menunggu penyempurnaan yang akan dilakukan pada tahap pembangunan berikutnya.

Chief Manager PT Mina Fajar Abadi yang mengerjakan proyek sirkuit, Nur Ashadi mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan hasil pekerjaan kepada Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang pada 27 Desember 2017 lalu. Pada tahap pertama pembangunan yang dikerjakannya meliputi pembangunan cut and fill lahan seluas 8,4 hektare, pembuatan lintasan, dan pengaspalan sepanjang 1,4 kilometer.

“Nantinya Distaru akan merampungkan pengerjaan sirkuit pada tahap II dan III. Saat ini kami masih dalam masa pemeliharaan,” katanya, Minggu (7/1).¬†Pihaknya melakukan cut and fill dan pengurukan karena lahan sirkuit merupakan hutan karet dengan kontur tebing dan lembah. Pihaknya menghabiskan tanah 174.000 m3 untuk menguruk tebing setinggi 28 meter agar menjadi datar sehingga bisa dijadikan lintasan.

Sebagaimana diketahui, Sirkuit Mijen yang dibangun dengan dana APBD Kota Semarang ditarget selesai seluruhnya tahun 2018, dengan model pendanaan multiyears dengan total anggaran mencapai Rp135 miliar terdiri dari 3 tahap.
Konsepnya akan menjadi sirkuit multi event sport, dimana selain sebagai arena road race dengan panjang lintasan 1,4 kilometer juga dilengkapi arena gokart, drag race, slalom serta paddock.

“Seluruh pengerjaan tahap I telah selesai. Hanya saja, dari lintasan yang seharusnya menyatu di sisi pojok barat terputus karena tanah uruk ambles. Sehingga lintasan sepanjang 60 meter tidak terselesaikan,” kata Nur Ashadi.
“Sebagai gantinya kami buatkan jalan inspeksi dan terowongan paddock agar pekerjaan menjadi 100 persen. Karena kalau tetap dipaksakan membuat lintasan itu, justru hanya membuang uang,” jelasnya.

Pembuatan jalan inspeksi di tengah lintasan tersebut sudah berdasarkan hasil koordinasi dengan Distaru selaku pemilik proyek. Sementara lintasan yang terputus tersebut tetap akan dibangun sebagaimana mestinya pada tahap selanjutnya.

Sekretaris Distaru Kota Semarang Irwansyah menambahkan, bahwa tahap I pembangunan sirkuit memang sudah rampung pada akhir Desember lalu. Pengerjaan pembangunan sirkuit akan dilanjutkan di tahap II dengan nilai anggaran sekitar Rp 60 miliar. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

42 − = 36

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.