Sidak, Menhub Masih Temukan Bus Tak Laik Jalan

 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan pengarahan di hadapan stakeholder, media massa dan penggiat sosial media di sela acara pemberian apresiasi pada pejuang transportasi di Lawang Sewu Semarang, Sabtu (30/12) malam. (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

SEMARANG- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi masih menemukan bus tak laik jalan dalam sidak liburan Tahun Baru 2018. Hal itu ditemukan saat pihaknya melakukan rampcheck di ruas jalan Yogyakarta-Magelang, Sabtu (30/12).

“Kami memeriksa tiga bus, dua bus laik jalan dan satu bus tidak laik. Dari dua bus yang laik, ternyata satunya tidak memilki izin trayek. Apalagi yang tambah mengejutkan satu unit bus tidak laik itu penumpangnya turis dari Thailand,” ungkapnya di sela acara pemberian apresiasi pada pejuang transportasi di Lawang Sewu Semarang, Sabtu (30/12) malam.

Melihat kejadian tersebut pihaknya langsung memindahkan para wisatawan asing dari Thailand yang akan menuju Candi Borobudur dengan bus pengganti yang sudah disiapkan. Bus tersebut tidak laik jalan karena bannya bermasalah.

“Bannya sudah rusak. Tadi kita berusaha mentolerir. Kita suruh ganti dengan ban cadangan yang mereka punya dan tenyata kondisi ban cadangannya juga tidak laik,” terangnya. Atas kejadian tersebut Menhub meminta agar bus itu tidak dioperasionalkan alias dikandangkan.

“Sanksinya dua mobil kita kandangkan. Yang satu tidak ada izin trayek, tidak berpenumpang dan satu yang tidak laik, yang mengangkut wisatawan mancanegara dari Thailand. Jadi nanti proses hukumnya saya minta ke Kepala Dinas Perhubungan Magelang untuk tindaklanjuti, dan ini menjadi contoh. Berikutnya Kepala Dinas Perhubungan harus lakukan sendiri,” tutur Menhub.

Upaya ramp check yang dilakukan pada sidak tersebut untuk menindaklanjuti hasil random check yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat terhadap kelaikan mobil-mobil khususnya bus pariwisata dan truk. Dari hasil tersebut diindikasikan ada 30% yang tidak laik jalan.

Menhub mengatakan apabila kendaraannya tidak laik maka kendaraan tersebut tidak boleh jalan dan tidak boleh menaikkan penumpang. Pihaknya meminta hal itu dipublikasikan kepada masyarakat melalui media massa ataupun penggiat sosial media.

“Kami imbau kepada seluruh Dinas Perhubungan untuk turun ke lapangan dan memeriksa, baik secara berkala (berjadwal) maupun secara acak. Selain itu, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan minimal razia secara acak. Sehingga penegakan hukum bisa dilakukan konsisten,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 44 = 49

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.