Setelah Membunuh Metha, Dua Tersangka Sembunyi di Gubug

gelar perkara pembunuhan metha
Gelar perkara kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Dua orang tersangka Pembunuh Metha Novita Handayani (38) telah merencanakan aksinya sehari seblum eksekusi. Bernama Rifai (13) dan YA (16), mereka sempat bersembunyi di dalam gubug selama dua hari setelah membunuh korban.

“Saya sama YA setelah membunuh Bu Metha langsung pergi ke gubug di area pertambakan di daerah Mangkang. Saya sehari di situ. Terus sempet pulang dan balik lagi ke tambak, ke gubug,” ujar Rifai saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3).

Dalam pelariannya ia sempat kebingunan kemana ia harus kabur. Lalu pada hari Sabtu (3/3) pagi dengan menunggang perahu dari gubug tempat ia bersembunyi kemudian menuju daerah Banjir Kanal Barat. Ia kemudian menuju ke rumah temannya di daerah Krobokan.

“Setelah itu saya ke Brangsong, Kendal naik Grab, terus abis itu ke Poncol. Dari Poncol terus saya ke Banyumanik ke tempat Bulik, saya bingung mau lari kemana,” kata Rifai.

Namun sayang, saat dalam perjalanan menuju ke Banyumanik ada seorang warga yang melihat keberadaannya. Orang tersebut mengenal dia melalui foto yang tersebar dalam media sosial.

Orang yang melihat kemudian melapor kepada pihak Polsek Banyumanik. Saat itu juga petugas langsung terjun dan menangkap kedua tersangka tanpa perlawanan.

“Saya itu bingung, mau nyerahin diri sebenarnya, tapi saya bingung harus bagaimana. Saya juga bingung soalnya uang tinggal Rp 200 ribu, rencananya buat makan,” aku pria tersebut.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengaku berterimakasih atas kesigapan masyarakat sehingga memudahkan pihak kepolisan dalam melakukan penangkapan kepada tersangka.

“Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat terutama di Kecamatan Ngaliyan yang sigap dan sempat mengabadikan kendaraan tersangka sehingga mudah dilakukan identifikasi, selain tu juga masyarakat Banyumanik yang juga sigap melaporkan saat melihat tersangka, sehingga dengan cepat bisa kami ungkap,” ujarnya.

Kini kedua tersangka harus mendekam di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub Pasal 338 KUHP. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.