Home > JATENG RAYA > Setelah Lima Tahun, Makam dr Tjipto Akhirnya Punya ‘Merah Putih’ Sendiri

Setelah Lima Tahun, Makam dr Tjipto Akhirnya Punya ‘Merah Putih’ Sendiri


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Para jurnalis Kabupaten Semarang mengibarkan bendera Merah Putih di makam pahlawan dr Tjipto. Foto Metro
Para jurnalis Kabupaten Semarang mengibarkan bendera Merah Putih di makam pahlawan dr Tjipto. Foto Metro

AMBARAWA- Setelah lima tahun bendera Merah Putih tidak berkibar di makam pahlawan nasional dr Tjipto Mangoenkoesoemo yang berada di komplek pemakaman Watu Ceper, lingkungan Kupang Tegal, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa. Senin (11/8), sang Merah Putih akhirnya berkibar kembali, setelah sejumlah jurnalis Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang menyumbangkan bendera berukuran 80×60 sentimeter kepada pengelola makam.

Juru kunci makam dr Tjipto, Suwarsinah (70) mengatakan, sudah empat tahun ini tiang bendera yang berada hanya beberapa meter dari pusara dr Tjipto dan istrinya Siti Aminah bernama asli Marie Vogel itu tidak ada benderanya. Tiang bendera itu hanya setahun sekali ada bendera yang berkibar pada saat peringatan hari kebangkitan nasiona. Tetapi sifatnya hanya dipinjami, sebab setelah peringatan selesai bendera diminta kembali oleh pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

“Dulu pernah diberi oleh kantor Kecamatan, tapi bendera itu akhirnya rusak pada tahun 2009. Sejak saat ini tidak ada bendera yang terpasang di sini. Padahal sebentar lagi hari kemerdekaan RI. Kami mengajukan ke pemerintah tetapi hingga kini belum ada tanggapan. Setiap hari kebangkitan nasional Dinas Pendidikan meminjami bendera, setelah itu diminta lagi,” ungkap Suwarsinah, ditemui di lingkungan TPU Watu Ceper, Ambarawa.

Keponakan Suwarsinah, Priyono yang sering membantu mengelola makam mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Sehingga dengan kepedulian para jurnalis Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS) terharu, sebab masih ada kepedulian pemuda-pemuda bangsa ini yang peduli dengan jasa-jasa para pahlawannya.

“Saya menyampaikan banyak terimakasih, dan mudah-mudahan dapat menjadi pemantik kepedulian masyarakat dan pemerintah agar tidak lupa dengan sejarah,” imbuh Priyono.

Sementara itu Ketua FKWKS, R. Budi Prasetyo menjelaskan penyerahan bendera Merah Putih tersebut inisiatif para jurnalis karena prihatin dengan kondisi makam pahlawan nasional itu. Selain itu untuk peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-69 RI. Harapannya ada kepedulian dari pemerintah dan masyarakat untuk nguri-uri nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. “Makam pahlawan dr Tjipto ini adalah aset sejarah dan pendidikan bagi bangsa ini,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong sebagai tokoh masyarakat Ambarawa yang turut hadir dalam kegiatan penyerahan bendera dan tabur bunga itu menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis tersebut. Menurut The Hok kondisi makam tersebut juga menjadi penanda kurangnya  perhatiannya pemerintah. (MJ-02)

Ini Menarik!

Motorola Beri Harga Khusus Akhir Tahun

Share this on WhatsApp SEMARANG – Di penghujung tahun 2017, Motorola Indonesia menggelar promo bertajuk …

Silakan Berkomentar