Home > JATENG RAYA > Setelah 4 Kali Dipenjara, Awiyanto Kembali Edarkan Sabu

Setelah 4 Kali Dipenjara, Awiyanto Kembali Edarkan Sabu

Awinyanto dkk di BNNP Jateng. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

Satu dari dua orang tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang dibekuk di Jalan Kaligawe pada Minggu (27/8) lalu merupakan residivis dengan kasus yang sama. Awiyanto (AY), warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati ini merupakan seorang residivis yang sudah berulang kali keluar masuk penjara. Ia baru satu tahun menghirup udara segar dari pengapnya ruangan dibalik jeruji selama menjalani vonis 7 tahun penjara.

Ia telah empat kali keluar masuk penjara atas perbuatanya. Kali pertama ia divonis selama satu tahun penjara pada tahun 2011, kedua divonis satu tahun penjara, dan ketiga pada tahun 2013 ia di vonis delapan bulan penjara, dan yang terakhir selama 7 tahun penjara. Namun satu tahun lalu ia bisa menghirup udara segar setelah memperoleh Pembebasan Bersyarat.

Dari pengakuan Awiyanto, ia melakukan tindakan tersebut atas dasar ekonomi. “Ya buat makan sehari-hari mas,” ujarnya saat gelar perkara di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Selasa (29/8).

Selama satu tahun keluar penjara, ia mengaku telah dua kali melakukan peredaran narkoba. Pertama ia melakukan transaksi sebanyak 20 gram sabu yang kemudian ia edarkan ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Pati. Namun untuk yang kedua ia berhasil digagalkan oleh petugas BNNP Jateng saat mengambil barang haram tersebut di Jalan Kaligawe, tepatnya di seberang Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.

Saat itu, ia didapati mengambil sebuah bungkusan rokok berisi sabu seberat 25 gram. Kemudian saat dilakukan penangkapan oleh petugas ia mencoba menghilangkan barang bukti tersebut dengan membuangnya ke Sungai Kaligawe. Meski begitu, petugas berhasil mendapatkan barang bukti tersebut setelah melakukan penyelaman ke dalam sungai keruh yang penuh dengan limbah sebanyak dua kali.

Selain itu, ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen bernama Amirul Huda. Ia mengenal Amirul melalui adiknya yang juga beradi di Lapas yang sama. Sementara Amirul mengirim barang pesanan Awiyanto melalui kurir yang juga merupakan tetangga rumahnya di daerah Jalan Bedas Utara, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara yakni Muhamad Fauzi.

Kini ketiga tersangka tersangka harus menjalani hukuman atas perbuatan mereka. Padahal saat ini, Amirul Huda sedang menjalani proses hukuman dengan vonis 6 tahu penjara. Mereka dijerat dengan dengan UU No. 35 tahun 2009 Pasal 112. 114, 132 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sementara Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menanggapi peredaran narkoba yang tengah menjajah pelosok desa, pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan. “Ternyata predaran narkoba ini di Jawa Tengah tidak pernah berhenti, makanya upaya penanganan ini harus dilakukan secara kontinu, apalagi kan peredarannya sudah memasuki wilayah pedesaan,” tukasnya. (fen)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar