Serunya Para ‘Damkar Cilik’ Ikut Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran

SEMARANG – Kedua bola mata Alan Kadigara berbinar ketika bermain di hari bebas berkendara (car free day/CFD) Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (22/7). Langkah kakinya langsung tertuju ke sebuah mobil pemadam kebakaran yang terparkir di depan bundaran videotron.

Sosialisasi Damkar di CFD Semarang, Minggu (22/7). Foto: fariz fardianto

Tak butuh waktu lama baginya untuk menaiki mobil pemadam tersebut. Setelah berganti pakaian ala pemadam dan dibantu seorang petugas Damkar, Alan lalu naik ke atap mobil pemadam kebakaran.

“Anak saya itu paling senang kalau lihat mobil Damkar. Sebab saat sekolah di TK Kasafa Magelang, dia saban tahun rutin mengunjungi dinas pemadam yang ada di Magelang,” aku Dwi Astuti Wulandari, ibunda Alan.

Tak ayal, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan begitu tahu di CFD Semarang akan ada acara sosialisasi penyelamatan korban kebakaran bersama Damkar. Ia bersama putra kesayangannya itu kemudian menyambangi acara Damkar yang dihelat di Minggu pagi.

“Apalagi kalau bisa main air, dia pasti sangat antusias. Alan suka disemprotkan airnya. Karena buat anak-anak itu memang hal-hal yang seru,” kata perempuan yang tinggal di Kampung Ganten, Kota Magelang itu.

Trijoto, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang mengaku animo anak-anak untuk menjajal mobil pemadam ternyata cukup tinggi. Padahal, dirinya baru pertama kali menyosialisasikan pentingnya penyelamatan korban yang terkena bencana kebakaran di perkotaan.

“Baru sekali disosialisasikan di CFD. Eh ternyata antusiasnya sangat tinggi,” ujar Trijoto.

Ia punya sejumlah petugas yang dilengkapi kemampuan penyelamatan kebakaran baik di dalam gedung, areal lahan hutan sampai teknik penyelamatan non kebakaran.

Untuk kemampuan penyelamatan non kebakaran, katanya petugasnya telah diakui memiliki skil terbaik se-Indonesia.

“Petugas kita mampu melakukan hose laying, aksi penyelamatan menggunakan tali sampai sigap menangkap hewan-hewan yang membahayakan manusia. Seperti tawon, biawak, ular dan menangani kecelakaan di rusunawa,” tuturnya.

Menurutnya sosialisasi penyelamatan kebakaran lebih efektif jika seorang anak menyampaikan kepada orangtuanya.

Di Jawa Tengah sendiri sejauh ini hanya ada dua Damkad di Solo dan Semarang. Kalau daerah lainnya masih satu atap dengan BPBD. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.