Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Sering Cekcok dengan Istri, Bakul Siomay Coba Gantung Diri

Sering Cekcok dengan Istri, Bakul Siomay Coba Gantung Diri


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Thamrin Adriansyah masih terbaring di ranjang rumah sakit setelah percobaan bunuh dirinya (foto: Metro)
Thamrin Adriansyah masih terbaring di ranjang rumah sakit setelah percobaan bunuh dirinya (foto: Metro)

KENDAL – Lagi, akibat faktor ekonomi  seorang laki-laki mencoba bunuh diri dengan cara menggantung, Selasa (02/09) siang. Namun aksi nekadnya diketahui istrinya dan memotong tali yang menjerat leher hingga korban terjatuh. Korban terluka parah pasalnya kepala korban terbentur lantai dan dilarikan ke Rumah Sakit Soewondo, Kendal.

Nyawa Thamrin Adriansyah, penjual siomay warga Kelurahan Kebondalem, RW 12 RW 03, Kecamatan Kota Kendal, masih bisa diselamatkan, meski sempat tergantung menggunakan tali plastik. Korban nekad mencoba mengakhiri hidupnya di dalam rumah kontrakan milik Zaenudin. Aksi nekadnya diketahui sang istri, Erna, yang melihat suaminya tergantung di dapur rumah kontrakannya.

Menurut tetangga korban, pasangan muda ini kerap bertengkar dan cekcok di dalam rumah. Korban juga jarang bersosialisasi dengan tetangganya dan terkesan tertutup. Ester, tetangga korban, mengaku hanya mendengar ribut-ribut dari dalam rumah kontrakan korban dan mendengar suara benda terjatuh.

“Tak lama kemudian, istri korban keluar rumah sambil berteriak meminta tolong. Warga yang ada di sekitar rumah kontrakan korban kemudian menolong dan membawa korban yang berdarah di kepala ke rumah sakit,” katanya.

Sementara itu pemilik rumah, Zaenudin, mengatakan korban dan istrinya sudah lebih dari setahun tinggal di rumah kontrakan ini. “Saya dilapori istri korban dan melihat korban sudah tergeletak di depan kamar mandi dengan keadaan terluka di kepala,” kata Zaenudin.

Korban yang tidak sadarkan diri dilarikan ke RSU Soewondo untuk mendapat perawatan. Menurut dokter jaga IGD RSU Soewondo,  dokter Rochmat, kepala korban sobek sepanjang 6 centimeter. “Di leher korban juga masih terdapat luka jeratan bekas tali yang digunakan untuk menggantung,” jelasnya.

Ditambahkan, korban menderita luka parah di kepala dan belum sadarkan diri  sejumlah tetangga korban mengaku kaget meski kerap cekcok dan bertengkar namun tidak ada tanda-tanda korban hendak bunuh diri. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar