Beranda JATENG RAYA METRO SOLO Seribu Tumpeng Ludes Dibagikan dalam 5 Menit

Seribu Tumpeng Ludes Dibagikan dalam 5 Menit

16
0
BERBAGI

SOLO – Sebanyak 1.000 tumpeng kecil habis dibagikan kepada abdi dalem dan masyarakat sekitar yang hadir dalam acara Malam Selikuran di Kompleks Masjid Agung Solo, Senin malam (4/6). Meraka secara begiliran mengantre tumpeng setelah didoakan. Ribuan tumpeng tersebut habis dalam waktu kurang dari lima menit.

Abdi dalem menggotong tumpeng untuk dibagikan kepada warga di Kompleks Masjid Agung Solo. Foto: metrojateng.com

Setiap bungkus terdiri dari nasi gurih, cabai hijau besar utuh, kedelai hitam goreng, irisan mentimun, dan telur puyuh. Nasi putih melambangkan kesucian hati untuk menyambut sepertiga terakhir Bulan Ramadan, sedangkan sebiji cabai warna hijau sebesar telunjuk jari melambangkan ketauhidan dan persaksian tentang keesaan Allah.

Salah seorang pengujung, Yustin (40) mengaku rela jauh-jauh dari Calomadu, Karanganyar hanya untuk menyaksikan acara tradisi adat Malam Selikuran yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Ia merasa senang bisa mendapatkan nasi tumpeng tanpa harus bedesak-desakan seperti tahun sebelumnya.

“Ya ini kan nasinya dari nasi gurih, enak. Makan ini ya biar dapat berkah,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Masjid Agung Solo.

Hal berbeda diungkapkan oleh Noor (32) yang merasa sedih karena tidak kebagian nasi tumpeng tersebut. Akan tetapi ia tak berkecil hati. “Banyak banget yang datang, sudah nunggu giliran tapi habis, ada yang sempat berebut juga tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Pengageng Sasono Wilopo Keraton Surakarta, Edi Wirabumi mengatakan malam selikuran diperingati sebagai malam seribu bulan atau Lailatul Qadar. Tradisi Malam Selikuran sudah ada sejak Kerajaan Demak, dan dilanjutkan oleh Kerajaan Pajang, Mataram, dan Kartasura untuk menyambut Lailatul Qadar, yang dalam kepercayaan Islam merupakan malam paling agung karena kemuliaannya sama dengan 1.000 bulan.

“Sebetulnya itu (pembagian tumpeng.red) dimaksudkan biar barokah dari malam Laitul Qodar itu bisa sumambrah pada seluruh masyrakat, dan turut berdoa dan mendapatkan nasi tumpeng tersebut,” jelasnya. (MJ-25)