Sepekan Sebelum Tewas, Aiptu Samsul Huda Sering Melamun

Keluarga almarhum Aiptu Samsul Huda. (foto: metrosemarang.com/ch kurniawati) 

 

MAGELANG – Suara burung gagak yang sering didengar Yuliani (37) dalam seminggu terakhir seakan menjadi pertanda dirinya akan ditinggal untuk selamanya oleh sang suami. Suara itu didengar dari atas rumahnya setiap menjelang Maghrib dan memasuki waktu Subuh.

“Entah itu burung apa, kemungkinan burung gagak,” kata Yuliyani, Minggu (21/1). Ia adalah istri almarhum Aiptu Samsul Huda, anggota polisi Polsek KP3 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang tewas penuh luka tusukan.

Ditemui di rumahnya, Dusun Sadengan desa Ngadiharjo kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Yuliyani menyebut suaminya sering linglung dan kerap melamun dalam seminggu terakhir sebelum ditemukan tewas. Namun saat itu Yuliani tak berfirasat akan terjadi sesuatu pada suaminya.

Menurut Yuliani, tetangganya di Semarang juga ada yang meninggal dunia. Ia berpikir, suara burung adalah tanda tetangganya meninggal. “Memang bunyinya diatap rumah saya. Sampai saya usir-usir burung itu biar pergi,” katanya.

Yuliani mengatakan, ia menerima kondisi kematian suaminya yang cukup tragis itu sebagai risiko pekerjaan, dan risikonya sebagai istri polisi. “Risiko apapun harus diterima secara ikhlas. Hanya saja, saya memang tidak pernah menyangka suami saya akan meninggal dengan cara seperti ini,” kata Yuliani.

Disiplin, Panutan Keluarga

Aiptu Samsul Huda meninggalkan satu orang anak lelaki berusia 11 tahun. Ia masih sekolah kelas VII di Semarang. Menurut Yuliani, semasa hidup Aiptu Samsul merupakan sosok suami dan ayah yang baik, polisi yang disiplin, punya tanggung jawab dalam hal pekerjaan dan taat beribadah.

Almarhum Samsul juga selalu memberikan dukungan pada cita-cita istri dan anaknya. Sebagai istri, dirinya juga bangga dan sangat salut dengan sosok almarhum. “Hampir seluruh instansi juga mengapresiasi kinerjanya sampai akhir hayat,” ungkapnya.

Suaminya juga dikenal dekat dengan keluarganya. Setiap 1-2 bulan sekali, dirinya dan suami rutin pulang ke Dusun Sedengan, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Masih ada ibu dan kerabat Samsul yang lain di Magelang. “Namun selama dua bulan terakhir, beliau belum sempat pulang kampung di Magelang,” katanya.

Sepeninggal almarhum, kata Yuliani, dirinya belum bisa membayangkan bagaimana ia dan anak semata wayangnya akan menjalani kehidupan sehari-hari.

Diketahui, Aiptu Samsul Huda ditemukan tewas Sabtu dini hari oleh seorang pengendara sepeda motor di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang. Saat ditemukan, korban dalam posisi tertelungkup dan penuh luka tusukan. Dia lokasi kejadian juga ditemukan sepeda motor korban bernomor polisi K 6535 RS. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.