Sepekan Jelang Coblosan, Sudirman-Ida Diserang Black Campaign di Medsos

SEMARANG – Seminggu menjelang coblosan Pilgub Jawa Tengah, ketenteraman pasangan calon (paslon) bernomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah, mulai terusik. Musababnya, paslon yang diusung koalisi Gerindra bersama PAN, PKS dan PKB itu diserang kampanye hitam (black campaign) yang menohok melalui jejaring media sosial twitter.

Sudirman Said saat bertemu partai pendukungnya di Semarang. Foto: fariz fardianto

Terungkapnya serangan kampanye hitam itu dilontarkan oleh Sudirman Said dan Ida Fauziyah tatkala bertemu dengan parpol koalisinya di Grand Candi Jalan Sisingamangaraja, Semarang, Rabu (20/6).

“Kampanye hitam muncul dalam sebuah tayangan video dimana ada seorang pemuda yang mengaku keponakan saya. Dia ngakunya saya tidak kenal tetangga karena sombong. Tentunya, kami sangat berempati terhadap anak ini tapi sangat menyayangkan black campaign. Patut diduga itu semua digerakan oleh petinggi partai sebelah. Itu diluar batas kepatutan dan kami tidak akan tinggal diam,” ujar Sudirman Said.

Ia menyatakan ada temuan menarik dalam kampanye hitam tersebut. Sudirman bilang telah mendapati pengakuan dari pemuda yang bersangkutan bahwa kampanye hitam itu atas perintah seorang sekjen parpol berinisial H. “Mereka diperintah sekjen partai inisial H,” terangnya.

Ia juga mengendus beberapa pemuda dalam video tersebut digerakan secara masif lantaran ada dugaan sengaja menyeting obrolan itu.

Ia menyayangkan kampanye hitam yang menyerang dirinya mengingat saat video itu diputar berulang kali, namun pihak keamanan abai terhadap temuan tersebut.

Ia menengarai kampanye hitam dilakukan parpol pesaingnya karena panik melihat tren elektabilitasnya mengalami tren kenaikan menjelang coblosan.

“Ketika berada pada posisi bisa menjaga tren keterpilihan yang semakin baik sekaligus tren pasangan nomor 1 terus turun, tagline Pilkada Jateng yang becik tur nyenengke malah terganggu dengan kampanye hitam dan fitnah-fitnah di medsos,” akunya.

Pihaknya akan melaporkan kepada pihak berwajib untuk mengusut kasus tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengancam melayangkan somasi kepada pembuat video sebagai efek jera.

“Yang jelas akan saya laporkan kepada penegak hukum,” tandasnya. (far)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.