Home > JATENG RAYA > Seminggu, Kendal Banjir Dua Kali

Seminggu, Kendal Banjir Dua Kali

KENDAL – Belum genap sepekan, pemukiman di sepanjang bantaran Sungai Kendal kembali tergenang banjir, Minggu (29/01) pagi. Kantor Bupati Kendal juga kembali kebanjiran,  genangan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir.

Banjir luapan sungai Kendal ini menerjang tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal. Tujuh kelurahan itu adalah Kebondalem, Langenharjo, Pegulon, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Pekauman. Tujuh wilayah itu merupakan daerah langganan banjir. Kondisi itu menyebabkan ratusan rumah warga kebanjiran.

”Beberapa bulan lalu telah dilakukan pengerukan Kali Kendal, tetapi belum optimal. Endapan lumpur di kali tersebut kembali menumpuk dan menyebabkan sungai tidak menampung debit air. Banjir ini kedua kalinya dalam satu pekan terakhir,” kata Wahid warga Kendal.

Halaman Lapas Kelas IIA Kendal dan jalan di sekitarnya tak luput dari terjangan banjir. Air juga menggenangi jalur utama Kendal-Semarang tepatnya di depan SMP 2 Kendal. Pengendara harus melambatkan laju kendaraan mereka. Banjir di sekitar kawasan alun-alun dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air.

Khoirin, warga Jalan Taat, Kelurahan Patukangan, mengatakan, air mulai masuk ke rumahnya pada Sabtu (28/1) sekitar pukul 21.00. Genangan air di dalam rumahnya sekitar 10 sentimeter.

”Kalau banjir gini mau aktivitas susah. Kaki selalu terkena air,” tuturnya. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan banjir akibat intensitas hujan di wilayah atas sangat tinggi, sehingga Kali Kendal tidak mampu menampung debit air. Hujan di sejumlah kecamatan di wilayah Kendal atas cukup tinggi sejak Sabtu malam. Kondisi itu menyebabkan Kali Kendal tidak bisa menampung air dan meluap hingga menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Kendal. (MJ-01)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar