Home > JATENG RAYA > Sembilan Keluarga Kebakaran Asrama Brigif 5 Diponegoro Diungsikan ke Rusunawa

Sembilan Keluarga Kebakaran Asrama Brigif 5 Diponegoro Diungsikan ke Rusunawa

SEMARANG- Sembilan kepala keluarga korban kebakaran Asrama Brigade Infantri (Brigif) 5 Diponegoro RT 05 RW 06 Ngesrep, Banyumanik, Semarang kini dipindahkan sementara ke Rusunawa Arhanudse Se/15, sembari menunggu perbaikan rumah mereka rampung.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran itu menghanguskan delapan rumah yang dihuni sembilan kepala keluarga di Asrama Brigif V Diponegoro RT 05/RW VI Ngesrep, Banyumanik, pada Sabtu (28/1). Seorang penghuni rumah bahkan histeris hingga jatuh pingsan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

“Semua penghuninya sudah dipindahkan ke Rusunawa sampai batas waktu merenovasi ulang rumah mereka yang terbakar dilakukan oleh Kodam IV Diponegoro. Ada sembilan warga yang menempati rumah itu, terdiri dari empat pensiunan tentara dan lima tentara yang masih aktif bertugas,” ungkap Sadi, Ketua Asrama Brigif V Diponegoro RT 05/RW VI Ngesrep saat ditemui metrosemarang.com di lokasi kebakaran, Minggu (29/1).

Kendati demikian, ia mengaku kurang tahu kepastian waktu merenovasi rumah-rumah yang ludes dilalap api tersebut. Hanya saja, menurutnya dua pleton personel Batalyon Arhanudse bakal dikerahkan untuk membersihkan puing-puing rumah pada keesokan harinya.

“Besok mau dikerahkan dua pleton Batalyon Arhanudse untuk pembersihan sisa kebakaran, kalau ada yang masih layak dipakai tidak akan dirobohkan tapi sebaliknya jika keliatannya ludes semua maka akan dibangun ulang,” kata Sadi.

Dalhari, warga lainnya yang tinggal satu komplek asrama memperkirakan kerugian yang dialami tiap korban kebakaran mencapai Rp 900 juta. 

Pasalnya, setiap penghuni asrama punya banyak perkakas elektronik seperti mesin pendingin ruangan, beberapa buah televisi dan surat berharga lainnya.

“Seragam dinasnya juga ludes terbakar tinggal baju yang melekat di badan. Para komandannya kemarin sudah datang ke sini dan akan memberi ganti serangannya,” ujar Dulhari dan ia memastikan bahwa kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

“Hanya satu orang dirawat ke rumah sakit karena syok. Apalagi ini baru pertama kali terjadi di Asrama Brigif Banyumanik,” tuturnya. (far)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar