Home > POLITIK > Sekretaris dan Wakil Ketua DPC Gerindra Solo Dinonaktifkan

Sekretaris dan Wakil Ketua DPC Gerindra Solo Dinonaktifkan

Ketua Pelaksana Harian DPC Gerindra Solo Sriyono menunjukkan surat penonaktifkan terhadap Sekretaris dan Wakil Ketua dalam jumpa pers di Kantor DPC Partai Gerinda, Rabu (9/10). Metrojateng/Eko Susanto
Ketua Pelaksana Harian DPC Gerindra Solo Sriyono menunjukkan surat penonaktifkan terhadap Sekretaris dan Wakil Ketua dalam jumpa pers di Kantor DPC Partai Gerinda, Rabu (9/10). Metrojateng/Eko Susanto

SOLO – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Solo NR Kurnia Sari dan Wakil Ketua Catur Wedo Susilo, dinonaktifkan dari kepengurusan sejak 8 September. Penonaktifkan tersebut dilakukan jajaran pengurus DPC Gerindra Solo karena keduanya dinilai indisipliner terhadap AD/ART partai.

Ketua Pelaksana Harian DPC Gerindra Solo, Sriyono mengatakan penonaktifkan keduanya berdasarkan surat nomor 046-09/DPC-Gerindra/SKA/Jateng/2014. Hal dilakukan setelah melakukan rapat kepengurusan DPC bersama pengurus PAC dan saran serta masukan dari Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra Solo. Untuk pengurus mengambil tindakan tegas penonaktifan dari jabatan sebagai pengurus DPC Partai Gerindra.

“Saudara NR Kurnia Sari sebagai Sekretaris DPC Gerinda dan Catur Wedo Susilo dari Wakil Ketua DPC Partai Gerindra dinonaktifkan sementara mulai dari tanggal 8 September hingga batas waktu adanya surat jawaban dari DPD dan DPP. Mereka telah melakukan indisipliner terhadap partai,” kata Sriyono, yang mendapatkan mandat dari Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Suprayitno untuk menyampaikan soal penonaktifkan tersebut di Kantor DPC Partai Gerinda Solo, Rabu (10/9).

Dalam jumpa pers tersebut juga dihadiri jajaran pengurus PAC Jebres, Pasarkliwon, Laweyan dan Serengan. Dijelaskan Sriyono, bentuk pelanggaran indisipliner yang dilakukan keduanya salah satunya jarang hadir dalam rapat pengurus DPC. Selain itu, kinerja Sekretaris dan Wakil Ketua tersebut telah meresahkan jajaran pengurus DPC Gerindra Solo. “Oleh karena itu kedua orang ini layak diberikan sanksi tegas. Selain, pernah mencemarkan partai,” kata dia.

Koordinator PAC Gerindra Solo, Syahrir Rozi menambahkan pernah menyampaikan mosi tidak percaya untuk kinerja Sekretaris Kurnia Sari. Mosi tersebut pernah dilayangkan ke jajaran pengurus DPD, namun hingga sekarang tidak ada jawaban maupun klarifikasi. “Mosi tidak percaya pernah kami sampaikan tapi tidak ada jawaban,” ujarnya.

Terkait sikap yang diambil pengurus DPC Gerindra, Sriyono, menegaskan siap jika dimintai klarifikasi oleh DPD maupun DPP Partai Gerindra. “Pengurus DPC siap dimintai klarifikasi dari DPD dan DPP,” kata Sriyono. (sus)

 

Ini Menarik!

Pencalonan Incumbent di Pilgub Jateng Diawasi Ketat

Share this on WhatsApp SEMARANG – Proses pencalonan incumbent yang kembali maju di bursa Pemilihan …

Silakan Berkomentar