Sebagian Besar Kasus Narkotika di Jateng Dikendalikan dari Lapas

Jajaran BNN Jawa Tengah. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Sebanyak 18 kasus peredaran narkotika berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng sepanjang tahun 2017. Sebagian besar dari kasus tersebut, peredarannya dikendalikan oleh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di beberapa daerah di Jawa Tengah.

“Dari belasan kasus tersebut, 15 kasus dikendalikan dari dalam lapas, dan ada 40 tersangka yang terlibat,” ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo di kantornya, jalan Madukoro Semarang, Rabu (27/12).

Tri Agus menjelaskan, dari 15 kasus yang dikendalikan oleh penghuni lapas tersebut terbagi di beberapa wilayah. Beberapa di antaranya yakni Lapas Nusakambangan sebanyak 4 tersangka, Lapas Sragen 2 orang, Lapas Kedungpane Semarang 2 orang, Lapas Ambarawa 1 orang, Lapas Pati 1 orang, Lapas Pekalongan 1 orang, serta Lapas Surabaya 1 orang.

“Kalau yang di Lapas Kedungpane ada yang sudah tiga kali tertangkap sebagai pengendali jaringan narkoba,” Imbuh Tri Agus.

Penghuni Lapas Kedungpane tersebut, Lanjut Agus yakni Sutrisno alis Babe. Awalnya ia ditangkap di Lapas Narkotika Nusakambangan pada 2016 lalu. Kemudian pada awal Januari 2017 lalu ia juga diamankan setelah kedapatan kembali melakukan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.

Terakhir pada Oktober 2017 lalu, ia diamankan di Lapas Kedungpane oleh petugas setelah kedapatan mengendalikan dua orang perempuan untuk melakukan tindak peredaran narkoba di daerah Solo. Sementara, dari belasan kasus yang berhasil diungkap memiliki 40 berkas perkara. 32 berkas diantaranya telah dinyatakan lengkap atau P21.

Kabid Brantas BNNP Jateng, Suprinarto menambahkan, di tahun 2017 ini jumlah kasus yang berhasil diungkap mengalami peningkatan jika dibanding dengan 2016 lalu. Pada tahun 2016 lalu ada sebanyak 13 kasus yang diungkap dengan 19 orang tersangka. Sedangkan pada tahun 2017 ini ada sebayak 18 kasus narkotika yang berhasil diungkap dengan 40 orang tersangka.

“Kalau yang dikendalikan dari dalam lapas, tahun kemarin ada 4, dan sekarang meningkat menjadi 15 kasus. Kami juga terus melakukan komunikasi dengan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah untuk melakukan langkah antisipasi alat komunikasi dalam di dalam lapas, tapi memang mereka (tersangka) mencari-cari celah,” tukas Suprinarto.

Sementara itu, dalam pengungkapan yang dilaksanakan BNNP Jateng sepanjang 2017 ini , petugas berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Barang bukti tersebut berupa 3,54 kilogram sabu, 10 kilogram ganja, 588 butir ekstasi, 5 mililiter Cairan Madman, 20 gram tembakau gorilla, 1 bungkus bahan narkotika, 41 handphine, 7 unit sepeda motor, dan 2 unit mobil. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.