Satu Korban Rusuh Mako Brimob Dimakamkan di Magelang

MAGELANG – Salah satu korban kerusuhan di Markas Komando Brimob Mangga Dua, Depok, Jawa barat, Brigadir Polisi Anumerta Fandi Setya Nugroho dimakamkan di kampung halamannnya di Magelang, Kamis, (10/5). Korban di makamkan di pemakaman umum Kuncen, berjarak 1 kilometer dari rumah duka di Jalan Duku II Perum Korpri, Ngembik Kelurahan Kramat Selatan Kota Magelang.

Pemakaman Brigadir Polisi Anumerta Fandi di Magelang, Kamis (10/5). Foto: ch kurniawati

Sebelum dimakamkan, jenazah korban yang datang pukul 08.00 Wib disalatkan lebih dulu di Masjid Al-Wathoniyah. Ratusan pelayat nampak ikut menyalatkan jenazah.

Usai disalatkan, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka sekitar 15 menit kemudian dilanjutkan dengan upacara  pemberangkatan jenazah secara militer. Upacara berlangsung  di depan rumah duka. Suasana duka nampak menyelimuti upacara ini. Kedua orang tua korban pasangan Rumpoko dan Jumiyati tidak kuasa menahan air matanya.

Usai upacara, ratusan pelayat turut serta mengantar almarhum ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Upacara pemakaman di pimpin Irwesda Polda Jateng Kombes Pol Budiyono.

Dalam pembacaan riwayat singkat almarhum, Fandi Setya Nugroho lahir di Magelang pada 9 Desember 1988, jabatan terakhir sebagai Banit Dit Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri.

Kombes Pol Budiyono menyampaikan almarhum putra dari pasangan Rumoko dan Jumiyati, wafat pada 9 Mei 2018 di Jakarta karena melaksanakan tugas. Almarhum Fandi gugur bersama empat rekannya dalam kerusuhan yang melibatkan tahanan teroris di Rutan Mako Brimob.

“Roh dan jiwanya kembali kehadirat Allh SWT, semoga dalam darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi teladan bagi kita semua dan rohnya mendapatkan tempat yang semestinya di alam baka,” katanya.

Fandi Setya Nugroho
Foto: istimewa

Sementara itu, salah satu teman korban semasa SMA N 5 Kota Magelang, Iqbal Wahyu Purnomo mengatakan, semasa sekolah almarhum dikenal sebagai siswa yang punya jiwa kepemimpinan.

Korban banyak disenangi teman-temannya akrena sifatnya yang suka menolong. Namun demikian, korban juag dikenal sebagai siswa yang agak nakal layaknya remaja seusianya.

“Dia sangat disukai teman-temannya akrena selalu bisa membuat suasana menjadi hidup dam meriah,” kata Iqbal.

Ia mengaku kaget ketika mendengar berita teman satyu angkatannya ikut menjadi salah satu korban kerusuhan di mako brimob Mangga Dua Depok Jawa barat. “Saya dengar pertama kali di di group alumnia SMA. Semua teman-teman merasa kehilangan,” imbuhnya.

Ia juga menyatakan, atas nama teman-teman alumni, ia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah almarhum di terima di sisis Tuhan Yang Maha Kuasa. Apalagi dia meninggalsaat menjalankan tugas membela negara. (MJ-24)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

19 + = 22

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.