Beranda JATENG RAYA Santri Salaf Kini Tak Perlu Lagi Kejar Paket C

Santri Salaf Kini Tak Perlu Lagi Kejar Paket C

115
0
BERBAGI
kejar paket c santri salaf
Santri Ponpes Salaf Apik Kaliwungu mengerjakan soal ujian akhir pendidikan diniyah formal berstandar nasional, Sabtu (10/3) di Aula Ponpes. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Santri pondok pesantren salaf kini bisa mendapatkan ijazah pendidikan formal tanpa mengikuti ujian kesetaraan paket C. Tahun 2018 ini, setidaknya 14 pondok pesantren salaf di Indonesia mulai menyelenggarakan Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN). Ujian dilaksanakan tiga hari hingga, Senin (12/3) mendatang.

14 Ponpes salaf yang mengadakan UAPDFBN yakni PDF Dayah Babussalam Aceh utara dengan 109 peserta. PP Al Masturiyah Sukabumi Jawa Barat diikuti 36 peserta. PP Darussalam Ciamis diikuti 35 santri dan PP Al Mubarok Wonosobo 90 peserta.

Pondok Pesantren lainnya yaitu PP Apik Kaliwungu 49 peserta, PP Zainul Hasan Gengging Probolinggo 43 peserta, PP Nurul Qodim Probolinggo 49 peserta. PP Assalafi Al Fitrah Surabaya 240 peserta, PP Cokrokertopati Takeran Magetan 51 peserta, PP Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri 36 peserta, PP Nurul Kholil Bangkalan Madura 20 peserta. Di PP As’adiyah Sengkang Wajo ada 48 peserta, PP Nahdlatul Ulum Maros diikuti 28 pserta dan PP Al Khairat Tanjung Selor Bulungan diikuti 17 peserta.

Dari 14 pondok pesantren salaf di Indonesia, dua pondok pesantren berada di Jawa Tengah yakni di Pondok Pesantren Apik Kaliwungu Kendal dan  Pondok Pesantren Al Mubaroq Wonosobo.

Di Ponpes Apik Kaliwungu, ada 49 santri yang ikut ujian formal ini. UAPDFBN atau imtihan wathani ini sederajat dengan sekolah menengah atas. Dengan ujian ini santri nantinya tidak perlu mengikuti ujian kejar paket c untuk bisa mendapatkan ijazah formal setara Sekolah Menengah Atas.

Dalam ujian kali ini pengawasan dilakukan oleh pondok pesantren dengan dibimbing dari kementrian agama. Soal yang diberikan kepada santri berstandar nasional.

Pengurus Ponpes Apik Kaliwungu Kendal, KH Fadullah Turmudzi mengatakan, para santri sudah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, yakni pendidikan dinayah formal. “Namun untuk mendapatkan ijazah formal santri sebelumnya harus mengikuti ujian kejar paket C,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren, Kanwil Kementrian Agama Propinsi Jawa Rengah, Achyanni mengatakan ujian ini merupakan yang pertama digelar. “Harapannya, dengan ujian ini memberikan motivasi kepada santri untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Jika dulu pendidikan diniyah formal belum bisa diukur secara nasional, dengan ujian ini sudah bisa disetarakan dengan lulusan tingkat SMA. Pendidikan diniyah formal sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas lembaga dunia pesantren. Disamping sebagai pengembangan dispilin ilmu keagamaan Islam. (MJ-01)