Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Sambungan Listrik Liar di Kendal Masih Ribuan

Sambungan Listrik Liar di Kendal Masih Ribuan

ilustrasi

 

 

KENDAL – PLN Kendal akan menertibkan sambungan liar yang ada di pemukiman warga untuk mengurangi risiko dan mengurangi pelanggaran aturan. Tercatat 1.300 rumah yang listriknya didapat dengan cara menyalur dari rumah lain yang memiliki sabungan resmi dengan KWH meter. Cara itu disebut levering.

Manajer PLN Kendal, Alauddin mengatakan hal itu adalah ilegal. Kewenangan PLN adalah pada rangkaian sebelum KWH meter. Rangkaian setelah KWH meter menjadi kewenangan pelanggan. Dalam peraturan tertulis bahwa tidak diperbolehkan menyalurkan listrik kepada pengguna lain, dengan pertimbangan keselamatan ketenagalistrikan.

Aturan itu pun sudah diperjanjikan dalam perjanjian yang disetujui pelanggan.

Selain menyalahi aturan, praktik levering listrik juga mengganggu dan berbahaya bagi lingkungan. Sebab apabila saluran terputus dari tempat menyalur, bisa jadi tengangan listrik masih ada.

“PLN meminta agar yang punya KWH meter bersedia memutuskan sendiri sambungan kepada rumah lain. Kalau tidak bersedia memutuskan sendiri, maka PLN yang akan memutusnya,” kata Alauddin, Senin (27/11).

Saat ini kecupukan daya listrik PLN sudah melebihi. Bahkan dengan kapasitas pembangkit PLN tersebut masih ada sisa kelebihan daya yang tidak dipakai oleh pelanggan. Sedangkan elektrifikasi di wilayah Jateng-DIY masih ada pada kisaran 93 persen.

Sementara targetnya adalah 94 persen mendekati 95 persen untuk elektrifikasinya. Belum tercapainya target mengindikasikan bahwa masih ada rumah tangga yang statusnya terdaftar di KK tersubsidi listrik, namun mereka belum sebagai pelanggan listrik PLN. Dalih yang digunakan mereka sudah merasa nyaman dengan cara menyalur listrik dari pelanggan pemilik KWH meter.

PLN Kendal melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam program pengentasan levering. Salah satu sasarannya adalah masyarakat yang tinggal di Dusun Balok, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Dusun itu merupakan salah satu kantung levering di Kendal. “Ada banyak (levering-red) di sana,” ujar Alauddin.

PLN Kendal mengarahkan upaya pemasangan baru, untuk rumah yang masih menyalur dari sekitarnya. Pihaknya memberi keringanan biaya pasang, dengan cara tiga kali angsur. Keringanan itu khusus untuk rumah tangga yang tidak mampu serta memasang daya untuk golongan tersubsidi, 450 VA dan 900 VA.

“Kalau itu masuk  pada sasaran pengentasan levering, kami akan tuntaskan. Kami berikan angsuran,” kata Alauddin.

Asisten Manajer PLN Area Semarang Taryo mengatakan, ada beberapa kinerja belum dicapai PLN Rayon Kendal dan Boja. Bukan hanya soal levering, melainkan juga kinerja teknik. Seperti mempersempit pemadaman arus dan meminimalkan jumlah gangguan.

“Dengan penuntasan levering diharapkan ada pemasangan baru yang mendorong peningkatan elektrifikasi. Penyalur dan pemilik KWH meter harus terus diingatkan bahwa sesuai perjanjian jual beli tenaga listrik, tidak boleh menyalurkan kepada pihak lain,” kata Taryo. (MJ-01)

Ini Menarik!

Gempa 6,9 SR Terasa Sampai Semarang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Sejumlah warga Kota Semarang berhamburan keluar rumah setelah gempa …

Silakan Berkomentar