Home > HEADLINE > Sabun Cuci Kiriman Bu Haji Ternyata Berisi 20 Gram Sabu

Sabun Cuci Kiriman Bu Haji Ternyata Berisi 20 Gram Sabu

Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menunjukkan paket sabu yang dikirimkan untuk napi di Lapas Nusakambangan

CILACAP – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali menyingkap aksi penyelundupan obat-obatan terlarang ke dalam Lapas Kelas II A Nusakambangan, Cilacap. Kali ini, mereka mendapati dua buah paket sabu 20 gram yang diselundupkan dalam bungkusan sabun cuci ke lapas setempat.

Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru P mengatakan, petugasnya awalnya curiga tatkala melihat ada bungkusan paket yang dikirim Hj Suryati yang ditujukan kepada Alif Sofyan yang mendekam di Lapas Nusakambangan, pada Senin (13/3) kemarin.

“Paket itu dikirim via Kantor Pos Pekalongan dan isinya ada alat mandi dan sabun cuci,” kata Tri di kantornya, Selasa (14/3).

Namun, lanjutnya, saat dicek ulang oleh petugasnya ternyata di sela-sela bungkusan sabun cuci itu terselip dua paket sabu seberat 20 gram serta enam kartu telepon seluler. Petugas lapas yang mendapati temuan tersebut langsung bergegas memanggil Alif Sofyan untuk diinterogasi.

“Alif ini ngaku kalau namanya dipinjam buat menerima paket sabu oleh rekannya bernama Pepri Suwelo Aji yang juga ada di sel tahanan yang sama. Setelah kami telusuri ke kamar milik Pepri, ada sebuah telepon seluler yang kerap dipakai memesan sabu,” ujarnya, sembari menunjukan sosok kedua pelaku dihadapan awak media.

Kedua narapidana tersebut kini terancam dijerat hukuman lebih berat akibat menyelundupkan sabu ke dalam penjara. 

Sedangkan Kepala Lapas Kelas II A Nusakambangan, Agus Heryanto saat dikonfirmasi di tempat yang sama, menuturkan bahwa Alif Sofyan sebelumnya terjerat kasus tindak asusila dan menjalani hukuman di lapasnya selama lima tahun. 

“Kasusnya yang dulu jauh banget sama penyelundupan narkoba, makanya dia nanti akan kami periksa lebih mendalam,” tegasnya. 

Ia pun mengapresiasi tindakan petugas yang sigap menggagalkan penyelundupan barang haram itu ke dalam penjara. Penyelundupan narkoba biasanya dilakukan  oleh pengunjung maupun oknum petugas lapas setempat. 

“Biar tidak terulang lagi, kita akan meningkatkan razia di sana. Bila sebelumnya razia seminggu empat kali, maka nantinya akan dilakukan di tiap blok penjara,” ungkapnya.

Ia bahkan tak segan memecat petugas lapas yang ketahuan memperjualbelikan telepon seluler maupun memasok narkoba. “Akan kita pecat kalau mereka melakukan seperti itu,” terangnya.

Meski begitu, ia mengakui bila maraknya narkoba karena kapasitas ruang tahanan di Lapas Nusakambangan kini penuh. Dari daya tampung semula hanya 250 orang, kini membengkak jadi 289 orang. (far)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar