Home > JATENG RAYA > Rumah Sakit Diminta Tambah Ruang Kelas III

Rumah Sakit Diminta Tambah Ruang Kelas III

Antrean pendaftaran layanan pengobatan gratis di Semarang. (foto: doc metrosemarang.com)

 

SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyatakan saat ini pelayanan pendaftaran warga untuk program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan  tidak ada hambatan. Antrian yang sempat terjadi pada saar mengurus surat daftar sudah menurun.

Namun dia mengakui adanya kendala kekurangan tempat tidur rawat inap di rumah sakit di Kota  Semarang. Menurut laporan, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka persentase penggunaan tempat tidur (TT) di unit rawat inap (bangsal) kelas III mencapai 100%, terhitung hingga Oktober.

‘’Normalnya kan 80%. Artinya rumah sakit di Kota Semarang kekurangan tempat tidur kelas III. Nah, apalagi adanya UHC ini. Antisipasinya, kemarin Bapak Sekda sudah mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit di Kota Semarang untuk memaparkan kekurangan ruang kelas III itu,’’ katanya, Senin (13/11).

Dia mengharapkan para direktur rumah sakit menambah ruang kelas III dan kelas II untuk mengantisipasi hal tersebut. Alasan kelas II, karena sesuai peraturan BPJS kalau kelas III penuh bisa dititipkan di kelas II.

‘’Kalau tidak bisa secara fisik menambah ruangan ya mengurangi jatah kelas I dan VVIP. Tanpa membangun infrastruktur bisa dengan mengalihkan kelas. Angka BOR tinggi adalah rumah sakit pemerintah. Tapi rumah sakit swasta seperti Panti Wilasa Dr Cipto, Citarum, Sultan Agung itu juga tinggi BOR-nya untuk kelas III. BOR itu penggunaan tempat tidur tinggi. Artinya over kapasitas,’’ katanya.

Menurutnya terdapat 26 rumah sakit di Kota Semarang, namun yang sudah bekerjasama dengan BPJS ada 25 rumah sakit. Satu rumah sakit yakni RS Columbia masih sedang proses kerjasama. (duh)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar