Ribuan Umat Budha Ikuti Puja Bakti Agung

MAGELANG – Ribuan umat Budha yang tergabung dalam Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) secara khidmat membaca Tipitaka dan Pujabakti Agung Asadha 2562/2018 (Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja), di Vihara Mendut Kabupaten Magelang. Pembacaan kitab ini sebagai sarana penuntun untuk berucap, bertindak dan berpikir baik.

Umat Budha mengikuti proses puja berjalan kaki Bhakti Yatra dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Foto: ch kurniawati

“Hanya kebaikan-kebaikanlah yang dapat memperkokoh persatuan bangsa di tengah keragaman kita,” kata Ketua Panitia Pujabhakti Agung Ashada 2562/208, Bhikku Guttadhammo Thera, Minggu (22/7).

Ia berujar, bahwa kegiatan ini sudah masuk tahun ke empat dan hal ini  merupakan upaya dalam melestarikan Dhamma ajaran Budha untuk perdamaian dan kebahagiaan dunia. Yang membedakan dengan kegiatan tahun sebelumnya adalah sutta atau ceramah ajaran Budha yang dibaca.

Tipitaka Chanting sendiri merupakan acara pembacaan ulang teks kitab suci agama Budha Pali yang tertulis dalam kitab suci Tipitaka. Dengan dilangsungkannya pembacaan dan kajian Tipitaka, umat Budha Indonesia diharapkan mampu memahami ajaran Buddha dan mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tahun ini, pembacaan Tipitaka diakhiri dengan puja besar Hari Raya Asadha (Asalha) 2562 di pelataran Candi Borobudur. Sebelumnya, umat Buddha dari berbagai daerah lebih dulu mengikuti prosesi puja berjalan kaki Bhakti Yatra (Devitional Walk) dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Ia menerangkan, Asadha (Asalha) adalah hari raya umat Buddha setelah Waisak. Asadha adalah peringatan pertama kalinya Budha Gautama mengajarkan ajaran Dhamma kepada lima siswa awal di Taman Rusa Isipatana India Kuno.

Esensi dari ajaran yang diajarkan pada Asadha ini sekaligus juga merupakan esensi keseluruhan ajaran Budha adalah kebebasan dari penderitaan. Budha mengajarkan Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagai jalan untuk membebaskan dari penderitaan umat manusia.

Manifestasi pelaksanaan ajarab Budha adalah munculnya pikiran-pikiran baik, ucapan baik, serta tindakan baik yang akan membuat dunia makin tenteram.

Guttadhammo mengingatkan, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa akan makin kokoh jika setiap warganya mempunyai pengendalian diri yang baik dalam pikiran, ucapan, tindakan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

26 − 23 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.