Beranda PLESIRAN Restoran Berkonsep Makan Sushi Sepuasnya Hadir di Semarang

Restoran Berkonsep Makan Sushi Sepuasnya Hadir di Semarang

182
0
BERBAGI

SELAMA ini makanan Jepang masih dianggap eksklusif karena hanya mampu dikonsumsi oleh kalangan menengah atas. Sushi atau nasi kepal dengan lauk dari makanan laut, daging, dan sayur pun hanya bisa dinikmati di restoran-restoran besar dan mahal.

Sumo Sushi Bar dengan konsep makan sushi sepuasnya hadir di Mal Ciputra Semarang. Foto: anggun puspita

Membantah pandangan itu Sumo Sushi Bar hadir di Mal Ciputra lantai 1 Kota Semarang dengan konsep berbeda. Restoran yang berpusat di Yogyakarta dan sudah memiliki dua cabang itu menawarkan cara menikmati sushi dengan cara menarik yaitu langsung dari conveyor belt sushi yang berjalan melewati meja konsumen.

“Gaya restoran sushi seperti ini memang sudah umum dan ada diberbagai negara juga kota-kota besar lainnya. Namun, di Semarang konsep itu baru pertama kalinya,” kata Manajer Operasional Sumo Sushi Bar, Stephanie Chintya.

Melalui conveyor belt konsumen dapat langsung memilih sendiri menu sushi yang disukai, langsung diatas sushi belt. Setiap meja konsumen akan dilalui sushi belt, sehingga mereka dapat lebih leluasa memilih sushi yang diinginkan, tanpa perlu memesan kepada staf restoran.

“Jadi setiap konsumen bisa mengambil sushi yang diinginkan tanpa harus memesan kepada staf restoran dan makan sepuasnya,” tuturnya.

Sushi belt akan diisi dengan beragam sajian sushi yang kaya rasa dan memiliki tampilan yang kreatif. Kurang lebih ada 100 menu sushi yang ditawarkan mulai dari berbahan salmon, tuna, gindara, makarel, gurita, ubur-ubur, belut, ayam dan daging.

Selain itu yang menarik lainnya, semua sushi yang tersaji di Sumo Sushi Bar harganya flat dan terjangkau, yakni hanya 15.000/piring. “Konsumen datang dan langsung pilih tempat duduk saja, lalu pilih sushi diatas sushi belt, konsumen membayar berdasar jumlah piring sushi yang dimakan,” kata Stephanie.

Pengunjung menikmati makanan Jepang sushi langsung dari conveyor belt yang berjalan di depan meja. Foto: anggun puspita

Hal menarik lainnya, lanjut dia, disini di setiap meja konsumen terdapat kran air minum. Jadi di setiap meja terdapat kran air panas dan tea bag. Konsumen bisa menyeduh sendiri ocha-nya dan ini gratis.

Sementara itu, pemilik Sumo Sushi Bar Fani Suwito menjelaskan, alasan pihaknya membuka restoran makanan Jepang ini juga untuk mengedukasi warga Semarang. Disamping, juga ingin membidik konsumen dari kalangan menengah dan menengah bawah agar dapat menikmati makanan Jepang khususnya sushi.

“Daya beli di Kota Semarang cukup bagus selain itu makanan Jepang ini banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Sehingga, kami ingin makanan Jepang bisa dinikmati oleh semua kalangan dan usia,” katanya.

Diketahui, Sumo Sushi Bar buka setiap hari sesuai operasional Mal Ciputra mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Restoran tersebut berkapasitas 115 orang.

“Sama dengan cabang-cabang di Yogyakarta kami menargetkan dapat dikunjungi 500-600 konsumen per hari,” tandas Fani. (ang)